Wamena kliktimur.com- Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Enik Ernawati Puspa. engapresiasi penyelenggaraan Festival Budaya Lembah Baliem ke-34. Menurutnya, FBLB terpilih masuk Top 10 Karisma Event Nusantara karena dampaknya nyata bagi masyarakat .

” senang sekali hari ini bisa menyaksikan langsung 34 Festival Lembah Baliem yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Jayawijaya.” kata Wamenpar di Wamena, Jumat (7/8/2026).
Event Berstandar Internasional
Wamenpar mendorong Pemda terus menyelenggarakan event berstandar internasional agar mendatangkan banyak wisatawan dari mancanegara.
“Tentu acara ini, Karisma Event Nusantara ini masuk dalam Top 10 Karisma Event Nusantara. Kami dorong agar pemerintah daerah bisa menyelenggarakan event-event berstandar internasional yang kemudian bisa mendatangkan banyak wisatawan, banyak kunjungan,” ujarnya.
“Saya juga ingin memberi dampak bagi masyarakat. Sampai jumpa. Transaksi yang bisa dilakukan sampai dengan ke level UMKM, sampai dengan masyarakat,” tambahnya.
Ada PR, Perlu Inovasi Tiap Tahunnya
Wamenpar menyebut masih ada pekerjaan rumah yang harus dibenahi bersama.
“Terima kasih kepada Pemkab Jayawijaya karena di tengah situasi ini masih melaksanakan kegiatan seperti ini. Dan PR itu pasti ada dan kami akan kolaborasi terus. Biar festival ini selalu ada inovasi. Sehingga setiap tahun ada hal yang baru yang kemudian bisa dinikmati oleh wisatawan,” katanya.
“Jadi tentu nanti dengan pemerintah kabupaten Jayawijaya kita akan diskusi, kita akan berdialog banyak bagaimana agar ada inovasi-inovasi atau ada hal-hal yang perlu kita perbaiki ke depannya. Baik itu dari sisi acara, baik itu dari pelaku seni budayanya maupun juga dari sisi kenyamanan wisatawan,” jelasnya.
Indikator Masuk Top 10 KEN
Wamenpar menjelaskan alasan FBLB masuk 10 besar dari ratusan event.
“Jadi, Festival Lembah Baliem ini masuk dalam Top 10 Karisma Event Nusantara (Ken) . Itu adalah festival-festival yang kami pilih dari ratusan event yang masuk ke kami dari seluruh provinsi. Kemudian kami pilih 125 dan 10 yang terbaik., termasuk festival budaya Lembah Baliem ini masuk dalam 10 yang terbaik,” ujarnya.
“Itu yang kami berikan kepda Bupati Jayawijaya, recognize dari Kementerian Pariwisata. Mudah-mudahan nanti dengan itu semakin semangat lagi Pemkab Jayawijaya untuk menyelenggarakan festival-festival,” tambahnya.
Soal indikator, Wamenpar menyebut dampak adalah yang utama.
“Jadi ada banyak indikator yang kami tentukan untuk bisa memilih masuk dalam Karisma. Satunya tentu adalah dampaknya. Jadi kita akan hitung dampaknya seperti, festival budaya Lembah Baliem sudah terbukti memberikan dampak yang besar sampai dengan pelaku UMKM, pelaku seni budaya dan bagaimana juga keterkenalannya di domestik dan juga internasional,” katanya.
” Wamper juga langsung ngobrol dengan beberapa wisatawan bagaimana mereka datang ke sini selama 3 hari. Salah satunya yang utama adalah melihat festival ini,” lanjutnya.
Lanjut tempat yang sama menteri koperasi ( memenkop) Ferry Joko Juliantono, S.E., Ak., M.Si.
Siap Bantu Sanggar dan Koperasi
Menteri Koperasi RI yang hadir juga menyatakan dukungan.
“Apa yang sudah disampaikan ooleh ibu akil Menteri Pariwisata dengan dukungan dari Bupati, kami dari Kementerian Koperasi, saya bersama dengan Ibu Deputi hadir untuk memberikan dukungan terhadap kegiatan sektor pariwisata ini dengan bagaimana mengembangkan koperasi,” ujarnya.
“Kami akan bantu sanggar-sanggar pelaku seni budaya di sini untuk bisa bersama-sama membantu meringankan daerah Jayawijaya. Dan kita nanti akan bantu supaya nanti di Festival Lembah Baliem tahun depan akan bisa dihadiri oleh peserta yang lebih banyak,” katanya.
“Harapannya juga bisa mendorong jumlah wisatawan Nusantara maupun mancanegara juga makin naik dua kali lipat, supaya nanti efeknya juga bisa berdampak terhadap produk-produk yang disampaikan, kopi dan segala macam produk yang ada di Jayawijaya ini khususnya di Wamena ini, akan kita kembang,” tambahnya.
Menteri Koperasi juga menyinggung Koperasi Desa Merah Putih.
“Kalau koperasi, di sini sebenarnya ada koperasi yang sudah existing. Ada Koperasi Kopi Papua, Kemudian juga ada yang sedang dibangun dan sudah ada yang selesai, itu Koperasi Desa Merah Putih,” ujarnya.
” Menkop dari Yahukimo, lanjut ke Wamena, Jayawijaya juga sudah ada beberapa yang 100 persen dari Bapak Bupati. Itu nanti akan selain menyalurkan barang-barang, menjual barang-barang, baik barang subsidi, kebutuhan pokok dan sehari-hari, juga menjadi off-taker menyerap hasil produk masyarakat di Jayawijaya khususnya dan di Papua pada umumnya. Tanaman pangan, hortikultura, kerajinan, perkebunan, termasuk juga produk-produk UMKM lokal yang ada di sini,” tutupnya.(Gadiel Gombo)
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


