Wamena,kliktimur.com
Ikatan Mahasiswa Yalimo (IMY) Kota Studi Manokwari resmi menarik diri dan menolak ikut sebagai delegasi Musyawarah Organisasi Mahasiswa (Musorma) Himpunan Mahasiswa Kabupaten Yalimo (HMKY) ke-VII.
Penolakan itu karena diduga ada praktik tidak transparan dan cacat prosedural dalam penyelenggaraan Musorma.
Ketua IMY Manokwari Sadrak Fariyon mengatakan HMKY pusat di Jayapura seharusnya jadi wadah pemersatu yang merangkul semua mahasiswa asal Yalimo dari berbagai kota studi.
“HMKY pusat yang berpusat di Jayapura seharusnya menjadi wadah pemersatu yang merangkul seluruh mahasiswa asal Kabupaten Yalimo dari berbagai kota studi,” kata Sadrak di Manokwari, Kamis (17/9/2026).
Menurutnya, proses Musorma ke-VII sarat kejanggalan dan tidak membuka ruang partisipasi yang luas.
“IMY menilai adanya ketidaktransparanan dan tidak ada ruang yang cukup luas sesuai yang diharapkan, maka IMY menilai ada unsur lain yang terselubung dalam penyelenggaraan Musorma HMKY ke-VII,” ujarnya.
Ia menegaskan IMY adalah bagian dari keluarga besar HMKY.
“IMY juga merupakan bagian dari HMKY, HMKY adalah kita, hanya saja kebijakan pengelolaan organisasi merugikan sebagian mahasiswa,” kata Sadrak.
Ia menjelaskan HMKY bersifat mandiri dan bisa menjadi mitra pemerintah daerah sesuai kebutuhan mahasiswa.
“HMKY adalah organisasi bersifat mandiri yang merangkul mahasiswa dari berbagai kota studi yang berasal dari Kabupaten Yalimo. HMKY juga bisa berada sebagai mitra pemerintah daerah,” ucapnya.
Dengan sikap ini, IMY memilih fokus memperjuangkan aspirasi anggotanya di Manokwari sambil menunggu tata kelola HMKY yang lebih demokratis dan akuntabel.(gadiel gombo)
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


