Wamena ,kliktimur.com – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, provinsi Papua pegunungan terus melanjutkan penanganan pasca konflik sosial peran antar suku yang terjadi di Wamena pada bulan Mei lalu.
Bupati Jayawijaya Athenius Murip menyebut pihaknya terus berkoordinasi dengan kementerian terkait di Jakarta. Hal ini disampaikan usai pertemuan intren beserta opd kabupaten Jayawijaya. Diwamena Rabu ,(16/9)2026)
“Keberlanjutan penanganan pasca konflik sosial yang terjadi di Wamena di bulan Mei lalu, kita pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan kementerian, kementerian yang terhubung langsung dengan yang ada di Jakarta, seperti Kementerian Sosial, dari badan Nasional penanggulangan bencana BNPB, kemudian Menko Polhukam yang dalam hal ini sudah dua kali melakukan rapat koordinasi langsung,” katanya.
Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Menko Polhukam dan Menko PMK.
“Dipimpin Menko Polhukam dan Menko PMK dihadiri oleh Wakil Menteri Dalam Negeri dan beberapa Dirjen dari kementerian. Dari kementerian, kita sudah bahas tentang bagaimana percepatan penanganan rekonstruksi rehabilitasi yang berjalan pasca konflik tersebut,” ujarnya.
Sekembalinya dari Jakarta, Pemkab Jayawijaya langsung membentuk tim percepatan.
“Kami sudah balik hari ini dan kemarin sudah membentuk tim percepatan yang diketuai langsung oleh Asisten II Petrus Mahuse, kemudian Kepala badan penaggulangan bencana daerah BPBD, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Rakyat, Kepala Dinas PUPR, lalu juga dengan Kepala Kesbangpol yang membawahi BPBD,” jelasnya.
Tim tersebut merupakan lintas dinas dan lintas kementerian yang bertugas melakukan pendataan awal.
“Ini lintas dinas, karena juga lintas kementerian dengan tugas umum, ini melakukan pendataan awal, by name by address, untuk rekonstruksi pasca konflik tersebut yang sudah diperlukan untuk pembangunan kembali,” katanya.
Hasil pendataan sementara, terdapat ratusan rumah terdampak yang akan direkonstruksi.
“Sejauh ini sekitar 335 rumah terdampak yang akan direkonstruksi di tempat-tempat yang tidak berpindah ya,” ujarnya.
Selain rekonstruksi fisik, pemerintah juga melakukan penyelesaian secara adat.
“Sambil komunikasi kita dengan penyelesaian secara adat yang dilakukan oleh beberapa pihak,” katanya.
Bupati menyebut pihaknya telah mengundang seluruh tokoh untuk merumuskan penanganan.
“Beberapa waktu yang lalu, pemerintah daerah telah mengundang seluruh tokoh pimpinan, Kepala Suku, Kepala Distrik, tokoh-tokoh masyarakat yang ada di Distrik Wamena, bagaimana penanganannya sudah dirumuskan, sehingga sekarang ini tahap-tahapnya sudah berjalan,” ujarnya.
Ia berharap proses rekonstruksi segera membantu masyarakat terdampak.
“Mohon doakan, warga-warga kita yang hari ini terganggu, masyarakat-masyarakat kita yang mengungsi, anak-anak yang terlantar tidak sekolah, ini segera bisa kita berikan bantuan dan pembangunan kembali ” pungkasnya. (Gadiel Gimbo)
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


