Wamena,kliktimur com
Aksi jilid III ribuan pelajar di Wamena, Selasa (15/9/2026), berujung pernyataan mengejutkan dari parlemen. Ketua DPR Papua Pegunungan, Yos Elopere, ikut menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebelumnya, ribuan pelajar yang tergabung dalam Solidaritas Pelajar West Papua (SPWP) Kabupaten Jayawijaya menggelar demo damai di Kantor DPRP Papua Pegunungan di Wamena.
Agenda mereka satu.Hentikan MBG, gratiskan pendidikan di Tanah Papua dan seluruh Indonesia. Dana MBG diminta dialihkan ke pendidikan gratis.
“Aksi ini kami lakukan secara serentak di Papua dengan tema nasional hentikan program MBG dan memberikan pendidikan gratis di seluruh Indonesia dan khususnya di tanah Papua,” kata Sehan Kabak, Sekretaris SPWP Wilayah Lapago.
Sehan menegaskan program MBG tidak berdampak baik dan justru bermasalah.
“Oleh karena itu, segera alihkan alokasi anggaran yang bersumber dari pendidikan yang diambil untuk MBG, kembalikan ke pendidikan. Segera selesaikan kasus keracunan MBG di seluruh Indonesia dan khususnya di Depapre Jayapura,” kata Sehan.
Tuntutan mereka pun keras. Mereka meminta pemerintah menetapkan keracunan MBG sebagai bencana nasional.
“Segera tetapkan 50 ribu korban keracunan MBG sebagai bencana kejahatan secara nasional seluruh Indonesia,” tegas pelajar SMA itu.
Para pelajar juga menuntut penghentian pembangunan dapur SPPG di seluruh 6 provinsi di Papua.
Ketua DPRP. Saya Sepakat Tolak
Menanggapi aspirasi itu, Ketua DPRP Papua Pegunungan, Yos Elopere, langsung mengambil sikap. Ia tidak hanya menerima, tapi ikut menandatangani surat penolakan MBG.
“Kalau Natalius Pigai (Menteri HAM RI) bilang memberi makan itu hak asasi manusia, maka teman-teman pelajar tolak hari ini juga hak (Hak Asasi Manusia). Sehingga demi nama itu kami lembaga DPR juga sepakat. Ini program nasional yang gagal sehingga atas nama lembaga DPR saya sepakat ikut tolak,” ujar Elopere.
Pernyataan itu disambut riuh ribuan pelajar SD, SMP, SMA/SMK yang hadir.
Yos bahkan menegur keras para pejabat yang menjadi fasilitator MBG di Papua Pegunungan.
“Yang mau makan adalah adik-adik pelajar tapi mereka tolak, kenapa kami pejabat terlalu ngotot harus bangun barang itu di Papua Pegunungan. Pejabat yang ikut-ikut jadi fasilitator, kasih tempat, kami sudah baku tahu semua, berhenti,” tegasnya.
Ia memastikan aspirasi ini akan dibawa ke eksekutif.
“Ada pejabat-pejabat masuk keluar di sekolah-sekolah untuk paksakan MBG itu berhenti. Sehingga hari ini aspirasi ini tanggung jawab kami DPR dan eksekutif untuk kami akan bicara soal ini, karena yang ijinkan untuk bangun tempat MBG adalah eksekutif,” katanya.
Di akhir, Yos memberikan jaminan keamanan bagi pelajar yang ikut aksi.
Ia meminta guru tidak memberikan sanksi.
“Para guru jangan pernah memberikan sanksi atau keluarkan dari asal sekolah mereka. Mereka punya hak mengajukan aspirasi berpendapat. Guru mana dan sekolah mana yang memberikan sanksi atau dikeluarkan dari sekolah datang lapor ke kami DPRP,” tegas Yos Elopere yang didampingi beberapa anggota DPRP lainnya.
Aksi yang diikuti perwakilan mahasiswa, guru, tokoh agama hingga orang tua murid itu akhirnya bubar dengan aman dan tertib.(Duel Gombo)
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


