Wamena, kliktimur.com-Kementerian Koperasi dan UMKM memastikan akan terus mendukung pengembangan ekonomi di Kabupaten Jayawijaya melalui pembentukan sanggar-sanggar yang berbadan koperasi untuk mengangkat produk lokal.
Menteri Koperasi dan UMKM RI, Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si menyebut produk unggulan Jayawijaya seperti Kopi Wamena, madu, dan hasil pertanian menjadi sasaran program.
“Kegiatan ini nantinya akan dikolaborasikan dengan Koperasi Desa Merah Putih. Selain menyalurkan barang, juga bisa menyerap hasil produksi masyarakat seperti tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan kerajinan tangan,” ungkapnya di Distrik Welesi, Jumat (7/8/2026).
Ferry menyebut saat ini baru 1 Koperasi Desa Merah Putih yang beroperasi di Papua Pegunungan, yakni di Distrik Welesi.
“Kemarin saya di Yahukimo untuk peletakan batu pertama Koperasi Desa Merah Putih. Kami akan koordinasi dengan Pemda agar koperasi lainnya bisa segera beroperasi,” ujarnya.
Ia menegaskan Koperasi Desa Merah Putih penting untuk meningkatkan PAD daerah.
“Kalau Koperasi Desa Merah Putih sudah berjalan, kami akan bantu menggenjot PAD melalui pengembangan ekonomi masyarakat lewat produk-produk yang dihasilkan,” beber Ferry.
Kemenkop juga mendukung penuh kegiatan UMKM saat FBLB seperti Wamena Coffee Festival dan Noken Street Fashion 2026.
“Saya sampaikan kepada pelaku UMKM makanan, pakaian, dan kerajinan agar mendirikan koperasi. Sebab wadah ini menjadi alat perjuangan masyarakat,” katanya.
Ferry menyarankan Pemkab Jayawijaya membentuk koperasi berdasarkan jenis UMKM per kecamatan agar Kemenkop bisa mendampingi, melatih, hingga membantu pembiayaan.
“Kami sudah punya pengalaman koperasi kopi di Papua yang berkembang baik dan akan mengakomodir semua produksi Kopi Wamena, agar bisa menembus pasar domestik maupun dunia,” tutupnya.(Gadiel Gombo)
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


