Wamen, kliktimur.com – Metodi Taplo asal Kampung Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan, mengusulkan sejumlah program pembangunan untuk wilayah perbatasan RI–Papua New Guinea. Usulan tersebut telah ditandatangani Gubernur Papua Pegunungan John Tabo dan akan ditindaklanjuti ke pemerintah pusat.
Metodi Tablo Kasubit Badan Perbatasan Pengelola Keuangan Provinsi Papua Pegunungan menyampaikan, Kamis ,(11/6/2026) di ruangan kerja wilayah delapan distrik di perbatasan Pegunungan Bintang selama ini belum tersentuh pembangunan secara merata.
“Selama ini, tahun ke tahun, daerah perbatasan negara Indonesia dan PNG belum dibangun apa-apa. Sebab itu usulkan beberapa proyek dan program,” ujarnya.
Ia merinci empat pos lintas batas negara (PLBN) yang menjadi prioritas, namun hingga kini belum dibangun. Selain itu, pembangunan lapangan terbang di perbatasan, jalan penghubung RI–PNG, dan sekolah dasar juga belum terealisasi.
“ pembangunan sekolah dasar, sampai saat ini juga belum. Ada beberapa titik dan distrik yang sudah dibangun, ada yang belum,” katanya.
Metodi juga menyoroti kondisi fasilitas kesehatan dan perumahan di wilayah perbatasan. Pembangunan pustu atau puskesmas sebagian sudah ada, sebagian belum. Sementara perumahan lintas batas untuk masyarakat belum dibangun sejak 2017.
“Sebelumnya ia pernah bangun 79 rumah antara lainnya. di Iwur, Taruk, Pepera, Oksamol, Okjob, Batom, Murkim, dan Mupino pada tahun 2017. Sampai saat ini belum ada pembangunan lanjutan,” jelasnya.
Ia berharap pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan pemerintah pusat memberikan perhatian lebih terhadap wilayah perbatasan. RI,dan PNG
“Saya sebagai anak daerah Kabupaten Pegunungan Bintang sangat mendukung pemerintah provinsi maupun pusat untuk membangun, terutama pos lintas batas negara dan fasilitas pendukung lainnya,” tutupnya. Gadiel gombo
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


