Wamena, kliktimur.com – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menegaskan komitmennya mendukung pencapaian target Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 serta penguatan peran daerah dalam NDC sektor kehutanan. Hal itu disampaikan dalam kegiatan yang difasilitasi Kementerian Kehutanan di Wamena, dalam rangka “Sosialisasi penyusunan rencana kerja sub nasional Indonesia flou net sink 2030 provinsi Papua pegunungan tahun 2026.”Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, Gubernur john Tabo di wakili, PLT sekertaris Daerah provinsi Wasuok Demianus Siep. Membuka kegiatanMembacakan sambutan, pada Selasa, (21/4/2026) di salah satu hotel balim pilamo WamenaLuas Hutan Papua Pegunungan Capai 5,12 Juta HektareDalam sambutan, diwakili gubernur John Tabo, membacakan sambutan wasuok Demianus siep” sampaikan bahwa Provinsi Papua Pegunungan merupakan daerah otonom baru hasil pemekaran dari Provinsi Papua berdasarkan UU Nomor 16 Tahun 2022. Provinsi ini membawahi delapan kabupaten: Jayawijaya sebagai ibu kota provinsi, Yalimo, Pegunungan Bintang, Nduga, Mamberamo Tengah, Yahukimo, Tolikara, dan Lani Jaya.Papua Pegunungan memiliki kawasan hutan seluas 5.120.131,29 hektare. Rinciannya: Hutan Produksi Terbatas 474.745,07 hektare atau 9,27%, Hutan Produksi 341.866,48 hektare atau 6,68%, Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi 502.510,71 hektare atau 9,81%, Hutan Lindung 1.840.415,49 hektare atau 35,94%, dan Hutan Konservasi 1.802.624,72 hektare atau 35,20%.Selain kawasan hutan, terdapat kawasan non-hutan atau Areal Penggunaan Lain seluas 159.166,33 hektare yang dapat digunakan untuk pembangunan di luar sektor kehutanan.Peran Strategis Turunkan EmisiDengan luas kawasan hutan alam yang masih relatif terjaga, Papua Pegunungan disebut memiliki peran strategis dalam menurunkan emisi gas rumah kaca serta mengelola dampak krisis iklim.“Provinsi Papua Pegunungan sebagai salah satu wilayah dengan potensi serapan karbon sangat besar melalui fungsi hutan alam dan rehabilitasi hutan dan lahan. Sehingga pengelolaan kawasan hutan secara berkelanjutan, pengendalian alih fungsi lahan, dan optimalisasi rehabilitasi pada kawasan hutan dan non hutan yang terdegradasi merupakan penyeimbang antara pembangunan dan konservasi lingkungan,” tegasnya.Secara khusus, peran Provinsi Papua Pegunungan dalam mencapai target FOLU Net Sink 2030 dinilai sangat penting karena luasnya tutupan hutan alam yang masih terjaga.Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan target penurunan emisi sektor kehutanan tercapai, sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan di Papua Pegunungan. Gadiel gombo.Caption keterangan foto:suasana pembukan ,Sosialisasi penyusunan rencana kerja sub nasional Indonesia flou net sink 2030 provinsi Papua pegunungan tahun 2026.” PLT Sekertaris provinsi Papua pegunungan Wasuok Demianus siep, dampingi. prof .Dr. Haruni Krisnawati , S,Hut..,M.Si.., Sebagi staf alih Mentri kehutanan bidang perubahan iklim selaku ketua harian Indonesia folu net, sink 2030. Di salah satu hotel paling pilamo wamena Selasa (21/4/2026) (gadiel gombo)
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

