Tahuna, kliktimur. com
Selain Dugaan memanipulasi pesangon dan dikabarkan, perusahaan tak baik memperlakukan kariawan, Pengelola PT Dinasti terus jadi sorotan. Belakangan janji perusahaan akan memperbaiki aspal jalur keluar masuk kelurahan Kolongan Beha kembali tak ditepati. Itulah sebabnya masyarakat setempat selasa (21/Juli) kemarin, berbondong bondong memalang lagi jalur masuk keluar yang berada persis samping kantor kampung tresebut

Penuturan masyarakat setempat, bahwa perbaikan aspal di jalur keluar -masuk keluragan kolonga Beha yang didalamnya berdiri PT Dinasti , sudah lama dikeluhkan warga setempat. Bahkan telah disepakati, perusahaan akan segera memperbaiki pengaspalan sesuai tuntutan masyarakat. Janji tinggal janji, pengaspalan yang ditunggu tunggu masyarakat, tak kunjung dilalukan.
“So putar bale apa ini, mana depe koordinator Lius, rupa bajingan dia no dan sama skali ingkar janji, padahal so ada kesepakatan kedua belah pihak.” Demikian di teriakan masyarakat sambil menutup penghalang jalur keluar masuk kelurahan tersebut.

Pemilik perusahaan yang lebih sering diluar daerah harusnya memperhatikan persoalan ini, sebab PT Dinasti yang sudah berdiri puluhan tahun mengeruk keuntungan didaerah ini, perlu menyikapi persoalan dengan masyarakat setempat. Memberi kewenangan terhadap salah seorang pekerja yang biasa di sapa Lius adalah penyebab, karena tindak tanduknya di tuding tidak baik terhadap masyarakat.
Diakui salah seorang pekerja, bahwa pihaknya sudah mempersiapkan pengaspalan, tapi selalu tertunda karena belum ada petunjuk jelas dari pimpinan.
Entah siapa pimpinan yang dimaksud, yang pasti terkait kerja lapangan termasuk pengaspalan itu selalu diatur koordinator lapangan yakni Lius. Itulah sebabnya masyarakat disela sela aksi tutup jalur masuk keluar itu, sempat menyebut nama Lius. Harusnya dia ada di sini dan menjelaskan kepala masyarakat, alasan penundaan pengaspalan.
Informasih yang masuk menyebutkan, Jalur kampung ini dibangun pemerintah beberapa tahun silam. Selanjutnya dalam kawasan itu, berdiri perusahaan kontraktor yakni PT Dinasti. Diakui masyarakat, bahwa jalan kelurahan sekian kilo itu belum pernah ada perbaikan.
Kondisi ini diperparah lagi dengan aktifitas perusahaan yang rata rata melewatkan alat berat termasuk truk truk ukuran besar, pengankut material aspal dan lain lain. Seiring waktu, perusahaan harusnya memperhatikan kerusakan jalan Kelurahan yang dilewatinya. Berbagai pengeluhan sudah lama di gulirkan masyarakat tapi perusahaan tak menggubris bahkan berbohong
Sempat dilakukan pertemuan antara masyarakat dengan perusahaan dan sepakat akan segera di perbaiki. Janji tinggal janji terus ditunggu masyarakat Kolongan Beha, tapi belum juga dilakukan. Koordinator lapangan PT. Dinasti, Lius yang menjadi penanggung jawab kerja lapangan perusahaan PT Dinasti Sangihe ketika di hubungi via ponsel sedang tidak aktif.
.
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


