Tahuna, kliktimur. com
Diakui akan bertahap oleh UPP / pengelola pelabuhan Nusantara Tahuna, namun pengembangan sarana vital penghubung Antar Pulau dari waktu ke waktu tak pernah selesai selesai karena dilayani Tambal sulam. Masyarakat Sangihe kemudian bicara bahwa kementrian negara khususnnya perhubungan laut dituding stengah hati mengurus sarana vital kepulauan di Nusa Utara.

Mencermati pembangunan paling dekat yakni pengembangan pelabuhan Tahuna yang ada di perbatasan, tak pernah tuntas, hingga dunia kiamat, jika perlakuan kementerian perhubungan laut urusan kepelabuhanan terhadap daerah ini termasuk Sitaro dan Talaud, diperlakukam dengan cara stengah hati. “Kapan kita menikmati dan melihat pelabuhan nusantara dan lain lain kondisi lengkap, jika dari tahun ke tahun, hanya dilakukan tambal sulam.” Ujar warga Tahuna

Jangankan pengembangan dermaga, kawasan parkir yang harusnnya diperbaiki setelah adanya pembangunan kantor yang menelan biaya puluhan miliar, tapi parkiran hanya dibiarkan saja tanpa aspal dan berkerikil “Sudah puluhan tahun, bahkan uang yang masuk sudah capai ratusan miliar bahkan mungkin triliun, terkait pengembangan pelabuhan Tahuna dan lain lain, tapi belum pernah kita jumpai kawasan pelabuhan nusantara yang tuntas di bangun sehingga kelihatan asri dan rapi.” Ujar sejumlah pengunjung.
Wilayah lintas batas yang seharusnya mendapat perhatian khusus, tapi hingga hari ini, pembangunan tetap saja tambal sulam, dan dari waktu ke waktu pemandangan tidak rapi bahkan tak nyaman ketika memasuki areal pelabuhan masih tampak buruk terus menerus. Pengelola Pelabuhan, harusnya punya master pland atau perencanaan yang matang, agar pengembangan pelabuhan laut itu benar benar tuntas bukan setengah hati. “Perbaiki sebagian, dibagian lain mulai rusak, lantas, kapan pelabuhan didaerah ini terlihat tuntas sehingga aktifitas dapat terlayani lancar.” Tambah sejumlah calon penumpang.
Pimpinan UPP Pelabuhan Nusantara Tahuna Melfrit, ketika di hubungi Selasa 21 Juli, mengemukakan bahwa Pelabuhan nusantara Tahuna jelas punya master pland. Kementrian pun sangat menperhatikan pengembangan yang tentu saja dilakukan secara bertahap di hampir semua Pelabuhan di Nusa utara ini, termasuk Pelabuhan nusantara Tahuna dan Pulau Pulau kecil lainnya..hanya saja anggaran itu dikucurkan secara bertahap dan tidak sekaligus.
Puhaknya terkait pengembangan Pelabuhan Nusantara Tahuna dan lain lain siap debat terbuka dan sangat berharap seluruh stegholder sama sama memperjuangkan anggaran lebih besar lagi agar sarana vital dilintas batas ini dapat dikerjakan secara tuntas bukan pengal pengal. “Kami sangat berharap, dewan dan bupati sama sama ke kementerian dan membahas soal pengembangan sarana vital di kepulaun terutama di lintas batas agar mendapat perlakuan khusus bukan setengah hati.
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


