Sangihe, Kliktimur. Com
Fenomena gempa tektonik yang terjadi beberapa hari terahkir di kabuparten kepulauan Sangihe membuat suasana mencekam. Apalagi kondisi masyarakat di pulau terluar lintas batas yakni pulau Kawio, Marore dan terahkir pulau Matutuang , jadi menakutkan, menyusul diakui beberapa hari terahkir lebih dari dari 200 kali gempa tektonik terus berlangsung, membuat masyarakat tak tenang dan lebih memilih tinggal darurat di luar rumah.

Seperti di Pulau Kawio yang berada di wilayah hukum Kecamatan Marore, banyak masyarakat, memilih konsentrasi di tenda tenda darurat di seputaran pekarangan dan tempat umum lainnya. Pengungsian mandiri yang dilakukan masyarakat, selain rumah tempat tinggal mereka rusak, juga karena diakui, hampir setiap saat gempa tektonik terus terjadi dan sudah menimbulkan kegetiran karena sering berguncang.
“Masyarakat kepulauan ini sejak gempa pertama sangat kuat, banyak yang spontan membangun tenda tenda darurat dan lebih memilih diluar rumah karena gempa sudah ratusan kali terjadi.” Ujar warga setempat Samual Mandanusa yang juga kepala lindungan 1 di sela sela kunjungan pemerintah daerah yakni Bupati Sangihe Michael Thungari dan Wakil Bupati Tendris bulahari bersama unsur Forkopimda juga jajaran, hari pertama kunjungi pulau Kawio. . Data yang dihimbpun media ini, khusus kampung Kawio, jumlah warga terdampak paling banyak, tercatat 55 rumah rusak berat, 16 sedang dan 8 rusak ringan..Matutuang 16 rusak Berat, 15 sedang dan 26 rusak ringan dan Marore sedang sedang dirampungkan.

Ditengah suasana mencekam, kedatangan pemerintah yang membawa serta bantuan sembako, disambut suka cita warga di tiga pulau yang bersebelahan langsung dengan Philipina selatan itu. Bupati Sangihe Michael Thungari didampingi wakil Bupati Tendris Bulahari bersama Forkopimda Sangihe, mengutarakan bahwa pemerintah RI wajib dan akan selalu hadir dalam menagulangi bencana apapun dinegeri ini. apalagi di wilayah perbatasan, dengan negara tetangga yakni Kawio, Maturuang juga Matore yang menjadi wilayah terluar Kabupaten Kepulauan Sangihe yang dipimpinnya.

Kedatangan pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe terutama Bupati dan Wakil Bupati bersama Unsur forkopimda dan rombongan sebagaimana dipertegas Kadis Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sangihe Ronal Lumiu,SH, memastikan kebutuhan pokok warga terdampak, bisa ada dan tercukupi sekaligus melakukan pendataan rumah rumah dan fasilitas publik yang terdampak.
Camat Marore Marcos Sasiang saat ditemui media, mengapresiasi kehadiran pemerintah kabupaten Kepulauan Sangihe. “Masyarakat di tiga pulau ini sangat terbantukan dengan kehadiran pemerintah di tiga pulau ini. Warga sangat berterimakasih dan mengapresiasi kehadiran rombongan Bupati dan wakil Bupati, meluangkan waktu berkunjung sekaligus membawa segala kebutuhan masyarakat terdanpak di pulau pulau kecil yang kami pimpin.” Ujarnya.
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


