Wamena, kliktimur.com
Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, S.H., M.H membuka Bimbingan Teknis Pengelolaan Arsip Dinamis dan Penerapan Aplikasi Srikandi bagi OPD di lingkungan Pemkab Jayawijaya. Pembukaan diwakili Plt. Sekretaris Daerah, Tinggal Wusono, di Ruang Setda Kabupaten Jayawijaya, Selasa (28/4/2026).

dengan menghadirkan dua Arsiparis Madya dari Arsip Nasional RI sebagai narasumber. Kegiatan diikuti pimpinan OPD dan satu staf pengelola arsip dari tiap perangkat daerah, masing-masing dua orang.
Dalam sambutan yang dibacakan Plt. Sekda, Tigal Wusono, diwakili bupati Athenius Murip,
menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan bimtek. “Terima kasih kepada narasumber dari ANRI yang berkenan hadir membagikan ilmu. Diharapkan dapat meningkatkan kompetensi ASN Jayawijaya dalam mengelola arsip digital secara terintegrasi, aman, dan efisien,” ujarnya.
Bupati menegaskan, UU No. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan mengatur sanksi lengkap untuk mendorong semua pihak menghargai bidang kearsipan. “Selama ini kearsipan mungkin masih dipandang sebelah mata. Bimtek ini jadi media strategis untuk memasyarakatkan kearsipan sebagai bagian penting pemerintahan,” kata Atenius.
Ia menyebut, Perpres No. 95 Tahun 2018 tentang SPBE dan Keputusan MenPAN-RB No. 679 tentang Aplikasi Umum Bidang Kearsipan Dinamis menjawab tantangan untuk meningkatkan kinerja ASN dan mengefektifkan sumber daya.
Dukung E-Government dan Reformasi Birokrasi
Menurut Bupati, pemerintah telah menyusun 9 program percepatan reformasi birokrasi. Dua di antaranya: pengembangan sistem elektronik pemerintah atau e-government dan peningkatan transparansi serta akuntabilitas aparatur.
“ANRI mendorong transformasi menuju e-government dengan mengoptimalkan pemanfaatan TIK melalui Sistem Informasi Kearsipan Nasional dan Jaringan Informasi Kearsipan Nasional lewat Aplikasi Srikandi,” jelasnya.
Atenius menekankan, penyelenggaraan kearsipan yang bermutu menjamin bahan pertanggungjawaban nasional dan mendukung kepentingan manajemen pemerintahan. “Arsip bukan hanya catatan sejarah, tapi bagian tak terpisahkan dari manajemen organisasi. Keberhasilan pengelolaan arsip mempengaruhi kinerja organisasi,” tegasnya.
Bupati berharap arsiparis di tiap OPD dapat mengelola surat menyurat sesuai standar dan membuat laporan arsip berkala. “Saya harap melalui bimtek ini, semua OPD dapat menerapkan Aplikasi Srikandi dalam administrasi surat menyurat setiap hari. Sehingga penyelenggaraan arsip di Jayawijaya lebih baik dan bersifat digital,” kata Atenius.
Lanjut
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Jayawijaya, Thony Martinus Mayor, mengatakan bimtek ini untuk menunjang visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya dalam digitalisasi tata kelola pemerintahan. “Dinas teknis wajib menerjemahkan visi-misi kepala daerah ke dalam program kerja. Bapak Bupati inginkan semua kegiatan, terutama tata naskah dinas, sudah masuk digital,” ujar Thony.
Thony mencontohkan, digitalisasi arsip lewat Aplikasi Srikandi bisa mencegah kehilangan dokumen saat terjadi bencana. “Kita tidak inginkan, tapi misalnya seperti tahun-tahun sebelumnya ada kebakaran, dokumen kita tetap tersimpan baik di dalam satu server yang tersedia,” jelasnya.
Ia menyebut, tanda tangan elektronik untuk SP2D sudah berjalan. Aplikasi Srikandi yang kini disosialisasikan merupakan ketentuan dari pusat yang wajib diterapkan semua daerah.
Surat Menyurat OPD Langsung Tersimpan Otomatis
Melalui Srikandi, seluruh dokumen surat-menyurat dari OPD di-upload dan tersimpan otomatis. “Marsip-marsip surat menyurat dari OPD sudah bisa kirim melalui aplikasi. Secara otomatis sudah tersimpan,” kata Thony.
Ia meminta admin di tiap OPD proaktif memantau surat masuk dan surat keluar setiap hari. “Ada tabel-tabel untuk checklist. Kita harus lihat itu, sehingga dokumen tersimpan baik dan suatu saat dibutuhkan bisa dimunculkan sebagai bukti,” tegasnya.(gadiel Gombo)
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

