WAMENA, kliktimur.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya mulai menjalankan program Integrasi Layanan Primer atau ILP di dua puskesmas sebagai percontohan.
“Kegiatan ILP ini sesuai keputusan Menteri Kesehatan. Sudah jalan sejak 2022 di seluruh Indonesia, tapi di Papua Pegunungan, khususnya Jayawijaya, baru tahun ini kami yang melaksanakannya,” kata PLT kepala Dinkes Jayawijaya.
Esau Rudianto Aibesa. Di Wamena,kamis (kamis, (11/6/2026) diwamena
Dari 37 puskesmas di Jayawijaya, baru dua yang dijadikan percontohan, yaitu Puskesmas Wamena Kota dan Puskesmas Ilekma.
“Tujuannya hanya satu, mendekatkan layanan kepada masyarakat dan mempermudah akses layanan kesehatan dasar,” ujarnya.
Berbeda dari sebelumnya yang hanya melayani ibu hamil, bayi, dan balita, ILP kini mencakup semua usia.
“Sekarang ILP untuk seluruh umur, mulai dari janin, ibu melahirkan, bayi balita, anak sekolah, remaja, pemuda, sampai lansia. Ini untuk deteksi dini penyakit lebih awal,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, Dinkes memberdayakan kader posyandu. Standarnya lima kader per posyandu, namun saat ini baru dua orang karena keterbatasan anggaran.
“Kami mohon pemerintah bisa menambah tenaga agar target tercapai. SDM kami masih terbatas, tapi kami berupaya melengkapi tenaga di setiap puskesmas dan posyandu,” katanya.
Layanan Dipersingkat, Pasien Tak Perlu Antri Campur
PLT Kepala Seksi Kesga dan Gizi Dinkes Jayawijaya, Sulastri Fajarwati, tempat yang sama menjelaskan ILP menyederhanakan alur layanan.
“kami memendekkan layanan. Kalau dulu semua daftar di satu loket dan antri bersama, sekarang dibagi lima klaster,” ujarnya.
Ia merinci, ibu hamil dan balita masuk Klaster 2, usia dewasa dan lansia masuk Klaster 3, sedangkan kasus darurat ada di Klaster 5.
“Jadi ibu hamil tidak perlu antri dengan lansia. Alurnya lebih singkat, pasien tidak menumpuk di satu poli umum,” jelasnya.
Saat ini proses masih tahap persiapan. Dua puskesmas sudah punya SK lokus dan SK puskesmas. Dinkes juga sedang mengurus SK Bupati di bagian hukum.
Pada 17–18 Juli mendatang, tim Kementerian Kesehatan dan Global Fund dijadwalkan meninjau Pustu Honelama di wilayah Puskesmas Wamena Kota dan Ilekma. Setelah itu, akan ada pelatihan bagi tenaga kesehatan agar memahami tugas di puskesmas dan posyandu ILP.
“Nanti posyandu juga dibagi lima meja dengan lima kader. Kalau pelatihan selesai dan SK keluar, rencananya Wamena Kota dan Ilekma akan launching ILP bulan Juli,” kata Sulastri.
Ia menegaskan, inti ILP adalah mempersingkat alur layanan agar masyarakat mendapat penanganan lebih cepat dan dekat dari tempat tinggal. Gadiel gombo
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


