Wamena, kliktimur. Com
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jayawijaya,provinsi papua Pegunungan mempercepat pendataan Sensus Ekonomi 2026. Hingga Kamis (27/8/2026) capaian baru 39 persen dari target 100 persen.

Kepala BPS Jayawijaya Akter Ludwig Purmiasa kepada wartawan, mengemukakan, Secara keseluruhan ada 421 petugas sensus yang kami libatkan. Namun tantangan di lapangan cukup besar, terutama kondisi geografis yang sulit dijangkau serta adanya beberapa penolakan dari masyarakat karena kurangnya informasi dan sosialisasi terkait sensus ekonomi.
Pendataan telah berlangsung sejak 15 Juni dan menyasar 328 kampung/kelurahan di 39 distrik.
Sementara Distrik Trikora diakuinya, belum dapat dijangkau karena kendala situasi keamanan dan tingkat kesulitan akses wilayah.
Arther menegaskan pentingnya data sensus untuk pembangunan. Tujuan sensus ini adalah memperoleh data yang akurat mengenai perkembangan usaha mikro, kecil, menengah hingga usaha besar di Jayawijaya. Data yang benar akan menghasilkan perencanaan yang benar. Tanpa data yang akurat, pemerintah akan kesulitan menyusun program pembangunan yang tepat sasaran.
BPS juga terus melibatkan ASN dan pemerintah setempat untuk mengejar target. Pihaknya berharap dengan dukungan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat, progres pendataan dapat meningkat hingga mendekati target 100 persen.
Masyarakat yang belum didata diminta melapor ke Kantor BPS Jayawijaya di Jalan Diponegoro Nomor 25 Wamena. Masyarakat diminta menyiapkan dokumen pendukung seperti kartu keluarga, informasi usaha, serta data kondisi tempat tinggal untuk keperluan pendataan.
Ia menambahkan, sensus ekonomi digelar setiap 10 tahun sekali. Sensus ekonomi lanjut dia, menjadi instrumen penting bagi negara untuk mengetahui perkembangan dunia usaha. Saat ini banyak usaha baru bermunculan, seperti kafe dan usaha jasa lainnya yang perlu didata agar pemerintah memiliki gambaran ekonomi yang lebih lengkap (Gadiel Gombo)
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


