Tahuna, kliktimur. Com
Sekalipun sedang diluar daerah, Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, intens berkordinasi dengan sejumlah OPD dan unsur terkait , terutama Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Plh Sekda Sangihe, juga Dinas Sosial untuk bergerak cepat, turun ke semua wilayah terdampak banjir dan longsor agar segera mendapat penagagan darurat. Demikian disampaikan Kadis Kominfo dan Informatika kabupaten Sangihe Ronal Lumiu, SH.

Lumiu, menjelaskan bahwa bencana yang tak diduga itu, terjadi saat kedua pimpinan daerah, baik Bupati juga Wakil Bupati sedang melaksanakan tugas kedinasan diluar daerah. Meski begitu, diakui Kadis, saat kejadian Rabu 23 Juli 2026, keduanya terus memantau perkembangan situasi sekaligus mengendalikan penanganan bencana melalui koordinasi aktif dengan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait.

“Sekalipun dalam kesibukan diluar daerah, pihak pemerintah terus memberikan arahan dan berkoordinasi dengan dinas teknis serta instansi terkait agar penanganan masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di sejumlah tempat, dapat dilakukan secara cepat dan lancar”Tambah Lumiu.

Lumiu menjelaskan, beberapa hari sebelum bencana, Bupati keluar daerah untuk mengikuti sejumlah agenda strategis pemerintah. Salah satunya menghadiri Rapat Koordinasi Penanganan Persons of Filipino Descent (PFDs) di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Manado atas undangan Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan.

Selain itu, Bupati juga dijadwalkan membuka Bimbingan Teknis Pendampingan Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Penilaian Autentik bagi jenjang Sekolah Dasar Tahun 2026 yang berlangsung di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Utara di Pineleng, Kabupaten Minahasa.

Diwaktu yang hampir bersamaan, Wakil Bupati menghadiri Bimbingan Teknis Asosiasi Wakil Kepala Daerah (ASWAKADA) yang digelar pada 22–24 Juli 2026 di Planet Holiday Hotel and Residence, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Kegiatan tersebut diikuti para wakil kepala daerah dari seluruh Indonesia sebagai upaya memperkuat sinergi pembangunan nasional dan tata kelola pemerintahan daerah.
Itulah sebabnya, saat Kabupaten Kepulauan Sangihe dilanda bencana hidrometeorologi akibat curah hujan intensitas tinggi, mengakibatkan banjir dan tanah longsor di sejumlah kecamatan, kedua pimpinan belum dapat turun langsung. “Bupati dan wakil Bupati memohon maaf kepada masyarakat terdampak, karena belum bisa melihat langsung menyusul hingga kini masih diluar daerah.Jelas Lumiu.
Seluruh perangkat daerah terkait, bersama BPBD, TNI, Polri, Dinas Sisial, pemerintah kecamatan, serta pemerintah kampung diakui Lumiu, bergerak ke lapangan sekaligus melakukan pendataan, evakuasi, penanganan darurat, dan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak sebagaimana arahan Bupati dan Wakil Bupati.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


