Wamena, kliktimur.com — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jayawijaya akan melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 mulai 1 Mei hingga 31 Juli 2026. Sensus ini bertujuan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Jayawijaya dan Provinsi Papua Pegunungan.
Hal tersebut disampaikan setelah pelaksanaan Forum Satu Data Kabupaten Jayawijaya pada Senin (9/3/2026) di Wamena, Provinsi Papua Pegunungan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jayawijaya, Arther L Purmiasa, mengatakan bahwa sensus ini sangat penting karena dilaksanakan setiap 10 tahun sekali dan akan menghasilkan data akurat tentang kondisi serta pertumbuhan ekonomi.
“Kami membutuhkan dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku usaha, agar pelaksanaan sensus ini dapat berjalan dengan sukses,” ujarnya.
Sensus Ekonomi 2026 akan mencakup seluruh kegiatan usaha, kecuali sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan yang sebelumnya telah dihitung dalam Sensus Pertanian 2023.
Data yang dikumpulkan nantinya akan digunakan untuk mengukur berbagai variabel ekonomi, seperti jumlah usaha, kategori usaha, serta geotagging lokasi usaha.
“Data ini akan membantu kita memahami struktur ekonomi di Kabupaten Jayawijaya sehingga dapat menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan yang lebih baik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Data ini juga akan digunakan oleh pemerintah pusat maupun daerah dalam menyusun kebijakan yang lebih efektif,” tambah Arther.
Dalam pelaksanaannya, sensus ini akan menggunakan aplikasi FASI berbasis Android untuk melakukan wawancara langsung di lapangan.
Masyarakat pun diimbau untuk mendukung pelaksanaan sensus tersebut dengan memberikan informasi yang benar dan akurat kepada petugas sensus.(Gadiel Gonbo)
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

