Kliktimur,Com-Tahuna
Guncangan dasyat gempa tektonik berkekuatan 7, 7 SR yang terjadi sekitar pukul 7.30 pagi senin (8/06/26) benar benar membuat ketakutan warga kabupaten Kepulauan Sangihe yang memang bersebelahan dengan pusat Gempa di Mindanao Selatan Philipina. Saking panik membayangkan terjangan tzunami, ribuan penduduk kota Tahuna secara spontan sempat berhamburan dan bergegas ketempat yang tinggi. Warga Tidore yang bermukim diujung teluk Tahuna misalnya, secara spontan menjauh dan memilih naik ke jalur menuju Manganitu. Demikian penduduk pusat kota Tahuna, sebagian besar menutup toko dan beranjak ke tempat yang aman.

Pantauan pagi tadi, suasana benar benar jadi gaduh dengan lalu lalang kendaraan, penduduk yang sempat panik berlarian, hampir semua sekolah tutup dan memulangkan murid yang baru tiba. Susana kota Tahuna cukup tegang, tanpa dikomando beranjak ketempat yang aman.. Bupati Michael Thungari dan wakil Bupati Tendris Bulahari bersama jajaran, tampak langsung turun lapangan tenangkan situasi yang sempat membuat warganya panik dan ketakutan akibat gempa yang diakui masyarakat, terkuat sepanjang sejarah bahkan berpotensi tzunami.
“Gempa kali ini sangat kuat dan baru pertama kali terjadi. Dibanding gempa sebelumnya” Ujar warga , yang sempat panik dan ketakutan memindahkan keluarga mereka yang sedang dalam perawatan di RS Liungkendage Tahuna. Tampak, bupati / wakil bupati juga jajaran berusaha mengendalikan situasi dan mencoba menenagkan masyarakat di sejumlah tempat termasuk di rumah sakit yang semua pasien terpaksa dikeluarkan dari ruang inap ke pelataran dan parkiran RS.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada data kerusakan secara detail untuk kota Tahuna, sekalipun ada info yang menyebut sejumlah bagunan retak tanpa korban jiwa. Info belakangan setelah darurat Tzunami dicabut, Pemda Sangihr sebagaimana disampaikan Bupati Sangihe, sedang mengkondisikan bantuan yang akan segera di sebrangkan ke sejumlah pulau menyusul adanya info dampak gempa, sejumlah rumah rusak di pulau Matutuang dan Pulau pulau kecil lainya.
Ada beberapa pemandangan yang unik disela sela gempa menakutkan pagi tadi, disaat semua sedang berkemas memulai aktifitas dan harus berbalik, bahkan berhamburan dan langsung menjauh dari Teluk Tahuna, untuk menghindari terjangan Tzunami, sebagian warga justru tetap tenang merapat kepingiran laut, stand by dan memantau pergerakan air laut. Menurut salah sorang aktivis media yang pernah tinggal di Jepang, Asril Tatante bahwa di Jepang karena sudah serba canggih, semua dipantau dengan alat.
Tapi di Sangihe dengan keberanian, ada yang sambil berkonten memantau air laut, lalu perkembangannya di viralkan. Sekalipun manual dan beresiko, tapi ini ujar Tatande sangat membantu masyarakat yang selalu dihantui Tzunami jika ada gempa. Bupati Sangihe dalam wawancara khusus dengan media nasional metro TV cukup akurat menjelaskan situasi kabupaten Sangihe pasca gempa yang intinya masih terkendali
Bupati juga mengingatkan agar masyarakat tetap tenang, jangan panik dan menyarankan agar selalu gunakan informasih resmi pemerintah daerah terkait informasih bencana apapun mengingat ada info yang kurang akurat berseleweran bingungkan warga. Situasi paling terahkir, terpantau sore ini, kota Tahuna tampak lengang, sekaoioun situsi kembali normal. Sebagian toko tetap melanjutkan aktifitas dagangan, ada pula yang masih memilih tutup. Warga yang sempat berdesak desakan disejumlah jalur keluar kota yang berada di ketinggian sudah kembali kerumah masing masing. Pihak kepolisian terutama lalulintas kota yang sempat sibuk disela sela pasca gempa juga sudah kembali beraktifitas seperti biasanya.
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


