Wamena,kliktimur.com -Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua Pengunungan mengelar bibigan
Teknisi implementasi perundang- undangan,penyusunan peningkatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) yang ada di Provinsi Papua pegunungan dan stakeholder.
Kegiatan ini laksanakan kuran lebih selama dua hari ini fokus pada penyusunan Kajian Risiko Bencana (KRB) dan Standar Pelayanan Minimal (SPM ) bencana. Tujuannya agar penanganan bencana di 8 kabupaten se- Papua Pegunungan berjalan sesuai regulasi dan terkendali dengan aman. Kegiatan itu berlangsung di salah satu hotel grand sartika
kamis, (18/6/2026) di Wamena,
Kegiatan ini laksanakan kuran lebih selama dua hari ini kamis, dan Jumat fokus pada penyusunan Kajian Risiko Bencana (KRB) dan Standar Pelayanan Minimal (SPM ) bencana. Tujuannya agar penanganan bencana di 8 kabupaten se- Papua Pegunungan berjalan sesuai regulasi dan terkendali dengan aman.
“Peserta itu dari BPBD, Satpol PP dan Damkar, Dinas Sosial, serta Dinas Pekerjaan Umum (PU). Masing-masing 2 orang, total 60 peserta,” jelas Plt. Kepala BPBD provinsi Papua Pegunungan, Motius Weya
“Menurutnya, bimtek ini penting karena bencana di Papua Pegunungan sering terjadi tiba-tiba, seperti banjir dan longsor. Dengan peningkatan kapasitas aparatur, penanganan bencana diharapkan sesuai harapan masyarakat.
Materi disampaikan dua narasumber dari provinsi induk. Untuk tahun ini fokus pada KRB dan SPM, sementara penyusunan Struktur Organisasi dan Tata Kerja
(SOTK) akan dilanjutkan tahun depan
“Kami punya link kerja sama bersasama . Saat bencana terjadi, dinas-dinas ini yang langsung rapat dan bergerak bersama,” tambah Motius.(Gadiel Gombo)
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


