Wamena,kliktimur.com – Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Dukcapil Kabupaten Jayawijaya,provinsi papua pengunungan. padati warga sepekan terakhir. para calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang baru berbondong-bondong mengurus dokumen untuk mendapatkan tunjangan
“Jumlah permohonan pelayanan kita meningkat satu minggu ini. Itu adanya penerimaan surat keputusan ( SK) CPNS pekan hari lalu ,” jelas sekertaris Dukcapil, Jayawijaya, Frank Nansen diruang kerja
Rabu (29/7/2026).diwamena.
Penumpukan Karena Tuntutan Berkas Tunjangan
Menurut Dukcapil, salah satu syarat pencairan tunjangan keluarga adalah akta nikah dan akta kelahiran anak.dan penbahan anak yang belum terdaftar di kartu keluarga (KK)
“Gaji pokok CPNS sudah ada. Tapi untuk dapat tunjangan keluarga, harus ada akta nikah dan akta anak. banyak yang belum di urus , akhirnya banyak CPNS yang baru diangkat baru di urus semua sekarang. Jadinya menumpuk,” ujarnya.
Sebelumnya, Dukcapil Jayawijaya mampu melayani hingga 50 nomor anterean per hari dan semua terlayani. Namun karena lonjakan ini, terjadi penumpukan pelayanan.
Untuk pelayanan ke distrik distrik atau Jemput Bola ke Distrik Ditunda.
Dukcapil memastikan program jemput bola ke distrik dan sekolah-sekolah tetap ada setiap tahun. Targetnya termasuk pengurusan akta, E-KTP, KK lainnya.
“Tapi untuk tahun ini belum lakukan turun lapangan. Masih dijadwalkan bidang terkait. Sekarang penumpukan di kantor masih banyak, jikalau staf turun ke lapangan nanti kekurangan tenaga,” jelasnya.
Biasanya, jemput bola dilakukan di saat layanan sepi. “Kalau Juni-Juli biasanya ramai karena pegururusan anak sekolah. Dulu ditambah urusan Dana Desa. Setelah pelayanan sepi baru dinas terkait turun lapangan,” katanya.
Dukcapil mengimbau masyarakat agar tidak menunggu ada kebutuhan mendadak baru urus dokumen.
“Seharusnya saat menikah langsung urus akta nikah. Saat melahirkan langsung urus akta anak. Ini permasalahannya karena nunggu syarat tunjangan baru diurus,” katanya.
Dari data, pelayanan yang paling menumpuk adalah perubahan data dan kehilangan dokumen. Untuk kehilangan, Dukcapil tidak pakai nomor antrian. “Dokumen diambil, langsung cetak dan dikasih. Yang pakai nomor antrian itu untuk perubahan data, pindah wilayah, ganti nama, penambahan anggota keluarga,” jelasnya.
Dukcapil menegaskan semua pelayanan diperlakukan sama. Tidak ada perlakuan khusus hanya untuk CPNS.
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


