WAMENA,kliktimur.com – Pendiri Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH) James Riady bersama pimpinan Yayasan Pelayanan Injili (Yapelin) dan Presiden GIDI Usman Kobak meninjau lokasi pembangunan gedung sekolah YPPH dan Yapelin di Kampung Walakma. Distrik Bpiri kabupaten Jayawijaya, provinsi Papua pegunungan.

Sekolah berasrama ini disiapkan menjadi sekolah ke-11 di Papua untuk memperkuat pendidikan berbasis firman Tuhan di wilayah pegunungan.
Kolaborasi GIDI, YPPH, dan Yapelin yang sudah berjalan 10 tahun bertujuan membentuk generasi muda Papua berkarakter Kristus dan siap membangun daerahnya. Peninjauan lokasi sekaligus kunjugan, pada Selasa (9/6/2026) juga dihadiri pimpinan Yapelin Timmy Gurik, S.H., pendiri Yayasan pendidikan pelita harapan. YPPH, Persiden GIDI Usman Kobak ,
tokoh adat, dan Kepala Distrik Bpiri Ton Gombo.
“Pendidikan adalah kunci kemajuan peradaban. Dengan pendidikan yang berlandaskan firman Tuhan, anak-anak dapat menjadi pribadi yang utuh untuk membangun Papua,” kata James Riady.
“Persiapan guru dan strategi pengajaran tengah dilakukan. Kegiatan belajar mengajar ditargetkan mulai Agustus 2026. Model berpola asrama akan diterapkan untuk TK dan SD di 11 daerah binaan, sementara asrama SMP dan SMA dipusatkan di Sentani, Kabupaten Jayapura.
“Persiapan guru dan strategi pengajaran tengah dilakukan. Kegiatan belajar mengajar ditargetkan mulai Agustus 2026,” ujar Timmy Gurik.
Tempat yang sama Presiden GIDI Usman Kobak menyebut masyarakat Walak memiliki prinsip hidup dan budaya yang kuat untuk menjaga sekolah.
“Mereka punya prinsip. Satu orang bicara, semua dengar. Kalau di tempat lain sekolah sering berhenti, ada palang, ada masalah, tapi di wilayah Walak tidak. Mereka bertanggung jawab,” ujarnya.
Sekolah ini berada di bawah Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH) dan Sekolah Lentera Harapan (SLH), dengan dukungan Pelita Harapan Foundation (PHF). Menurut Kobak, masyarakat Walakb sudah terbiasa hidup teratur, dari berkebun hingga membangun honai, sehingga sekolah akan dijaga dengan baik.
“Ini sekolah kalian. Jalur pendidikan dari sini bisa langsung sampai universitas, bahkan kedokteran di Universitas Pelita Harapan,” katanya.
Kobak juga memberikan garansi kepada YPPH bahwa masyarakat akan menjaga sekolah. Ia menjelaskan kerja sama dengan YPPH sudah dimulai sejak MOU 35 tahun lalu di masa kepemimpinan Presiden GIDI sebelumnya, Dorman Wamdikbo.
“Kami punya keyakinan di dalam Yesus, anak-anak di sini bisa bersaing dengan dunia luar. Kalau hari ini kita tidak bicara untuk masa depan, anak-anak kita akan susah,” ujarnya.
Sekolah ke-11 hasil kolaborasi GIDI, YPPH, dan Yapelin ini ditargetkan menjadi pusat pendidikan berbasis asrama yang menghubungkan jenjang TK hingga SMA dan perguruan tinggi. ( gadiel gombo)
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


