Tahuna, Kliktimur. com
Mungkin terlalu pagi, bagi seorang Michael Thungari yang kini sebagai Bupati aktif kepulauan sangihe, harus kesusu menerima atau merebut posisi Ketua NasDem Sulut yang baru saja di tinggalkan Viktor Mailangkay, SH. Tanpa mengkerdilkan posisi NasDem, Viktor yang merupakan politisi kawakan nyiur melambai, tentu tak main main harus melepas ikatan dengan Parpol yang mengusung dia, jadi wakil gubernur Sulut bersama Yulius Selvanus Komalik (YSK)
Hingga kini banyak kalangan masih mempertanyakan alasan prinsip mundurnya Viktor Mailangkay dari ketua NasDem. Apakah benar, hanya karena selisih paham dengan salah satu pengurus DPP NasDem terutama Felly Runtuwene yang kini resmi mengantikan Viktor Mailangkay di pucuk pimpinan NasDem Sulut? Atau Mailangkay mulai memainkan trik untuk kepentingan lebih besar pada urusan politik berikut. Hal ini tentu belum Bisa dijawab secara gamblang.
Itulah sebabnya Michael Thungari sebagai Sekretaris NasDem Sulut yang ditinggalkan Viktor, tentu perlu mencermati langkah ketuanya yang tampak buru buru meninggalkan partai besutan surya paloh itu. Michael yang kini sebagai Bupati, dalam benaknya dipastikan ingin menjadikan Sangihe lebih maju, namun tak bisa disangkal bahwa dirinya juga sedang menghitung, plus minus kedepan ketika dirinya harus menakodai partai yang ditinggalkan seniornya itu.
Perlu digaris bawahi, Michael Tungari politisi muda yang karismanya sedang menanjak, berhasil kesingga sana kepulauan Sangihe, tanpa harus memegang jabatan penting dipartai. Sempat berselancar dan belajar di Parrai NasDem sebagai legislator, lalu 2024 dengan mulus merebut kursi Sangihe 1. Jika target kedepan menaikan level ingin membangun kuasa setingkat lebih diatas Sangihe, yakni ke provinsi atau ke DPRRI, bukan salah jika merebut kursi Ketua nasdem Sulut.
Akan tetapi, jika target politik berpeluang ke dua periode untuk Sangihe 1 saja, buat apa sibuk mengurus perhelatan politik yang lebih besar pengeluarannya. Mari kita berkaca dari Ketua golkar Sulut CEP ketika itu, berulang kali gunakan legitimasi partai yang lebih dewasa dari NasDem, hasilnya jauh panggang dari api. Konstalasi politik nasional lagi lagi harus jadi parameter. Akan sekuat itukah NasDem pada perhelatan berikut, ketika hari ini era Prabowo tak punya Menteri? Haruskah Michael Thungari menerima legitimasi ketua NasDem Sulut atau dibawahnya ketua NasDem Sangihe?
Mungkinkah Michael justru memilih partai lain dan ikut jejak kaka Viktor Mailangkay karena harus beriringan dengan partai yang dipastikan akan kembali berkuasa atau justru sebaliknya? Ketua PDIP Sangihe Deni Roy Tampi (DRT)saat ditanya soal target politik kedepan, dirinya belum berkomentar. Namun dia mengatakan, Dalam politik berbagai kemungkinan terjadi. Jika survey kedepan tak ada yang menandingi Michael Thungari sebagai incumbent bahkan mampu meretas hasil survey keubun ubun, kenapa tidak, bila berkenan dipasangkan dengan kader PDIP yang sepadan.
Tokoh politik dan pengusaha sukses Seunal Thugari yang adalah ayah kandung dari Bupati Sangihe Michael Thungari, saat berdiskusi, belum begitu serius mengkaji helat politik berikut. Tapi dia mengatakan bahwa semua perlu perhitungan matang dan ikuti perkembangan dengan cermat. “Politik tak bisa hanya mengunakan kalkulator, harus perlu mengunakan alat hitung lain contoh simpoah dijitnya besar dan luas.” Ujarnya sambil senyum sedikit berkelakar.
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


