Tahuna, kliktimur. com
Era 70an, ketika usianya masih cukup muda, lelaki bernama lengkap Seunal Thungari atau biasa di sapa Ko Siong, dulunya sempat menekuni usaha kecil kecilan yakni berkeliling jual tembakau, Es Mambo dari Kuma hingga tabukan utara jalan kaki. Sempat juga jualan pasir krikil karena keluarganya jatuh bangun saat mulai naik. Bahkan dirinya pernah menjajakan lampu botol diemperan pasar peta. Hingga kini atas kerja kerasnya, sosok ini jadi miliarder sukses.

Diusia yang kini tak muda lagi, selain sukses sebagai pemasok hasil bumi terbesar didaerah ini, dirinya pernah legislator dua periode. Dia juga berhasil menghantar regenerasinya anak tertua Opo Michael Thungari, menjadi Bupati saat ini di Tampungang lawo Kabupaten kepulauan Sangihe.
Pemasok hasil bumi terbesar di wilayah perbatasan dengan philipina ini, sejak muda, selain mandiri, terbilang sangat ulet dan pekerja keras, hingga kini membilang usianya 70 Tahun. Pria baik hati ini, miliki istri pengusaha, juga sejumlah anak yang rata rata sukses diberbagai bidang. Berkat kegigihanya dari pedagang kecil, hingga naik level menuju pusaran besar sebagai pengusaha hasil bumi sukses.
Di berbagai kesempatan, sosok yang memulai jual beli, hasil bumi era 2000an ini, sekalipun miliki aset berharga di sejumlah kota, dirinya tetap memilih tinggal di kampung halamannya Kuma Tabukan Tengah, hingga saat ini. Bahkan rumah kecil yang sempat di belinya tahun 70an itu menjadi saksi sejarah hidupnya dimulai dengan kondisi apa adanya, hingga beristri dan punya anak dirumah sederhana.
Dalam keberadaan keluarga yang sederhana itu, berbagai pergumulan hidup yang dilewatinya tak ada kalimat menyerah. Dia pun sama sekali tak pernah bermimpi jadi pengusaha seperti saat ini, bahkan punya anak jadi seorang bupati “Semua ini tentu atas anugerah dan kemurahan Tuhan bagi keluarganya.” Ucap Ko Siong kepada media dengan wajah terharu, usai ibadah perayaan HUTnya ke 70 Tahun, di Minggu 3 Oktober 2026 Kampung Kuma kediamannya.
Saat usia ke 70 tahun, Ko Siong dengan tubuh yang bugar dan sehat, terlihat sangat bahagia, didampingi istri tercinta dan anak anak, melayani para undangan. Hampir seribuan yang datang mengikuti ibadah khusuk, santap kasih dan memberi selamat kepada sosok yang dikenal sangat rendah hati dan berjiwa sosial itu. Ada hal yang tak biasa, dalam ibadah syukur HUT kali ini, mirip oikumene, dua persekutuan yakni pelayanan Pentakosta dan GMIST dihadirkan untuk melayani ibadah secara bersama sama.
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


