Wamena,kliktomur.com
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya menggelar koordinasi perencanaan dan pelaksanaan Otonomi Khusus bersama Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Pegunungan atau BP3OKP, Selasa, (18/8/2026).
Kegiatan tersebut dibuka Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Jayawijaya Dr. Drs. Tinggal Wusono, M.A.P mewakili Bupati Athenius Murip. Diwamena

“Kita dapat hadir bersama dalam kegiatan koordinasi dan sinergi perencanaan serta pelaksanaan pembangunan otonomi khusus di Kabupaten Jayawijaya bersama Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Provinsi Papua Pegunungan,” ujar Tinggal Wusono.
“Atas nama pemerintah Kabupaten Jayawijaya, juga menyampaikan kepada jajaran BP3OKP Provinsi Papua Pegunungan yang telah hadir dan berkenan membangun komunikasi serta koordinasi secara langsung dengan pemerintah Kabupaten Jayawijaya,” Sambungnya
Ia menegaskan Otsus harus benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat kabupaten Jayawijaya.
“Otonomi khusus merupakan instrumen penting dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesehatan masyarakat Papua termasuk masyarakat di Kabupaten Jayawijaya. Oleh karena itu, pelaksanaan pembangunan melalui kebijakan dan dukungan otonomi khusus harus benar-benar diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” Ujannya.
Kita tidak ingin pembangunan hanya berorientasi pada pelaksanaan program. Tetapi harus memastikan bahwa setiap program yang direncanakan memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Tinggal Wusono menyebut sinergi antara BP3OKP dan Pemkab sangat penting agar program tidak tumpang tindih. Untuk itu koordinasi dan sinergi antara pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui BP3OKP dengan pemerintah Kabupaten Jayawijaya menjadi sangat penting. Sinergi tersebut diperlukan agar perencanaan pembangunan dapat dilakukan secara terpadu, tidak tumpang tindih, memiliki sasaran yang jelas
Ia merinci tantangan Jayawijaya mulai dari geografis, aksesibilitas, hingga pelayanan dasar. Kabupaten Jayawijaya memiliki berbagai tantangan pembangunan yang membutuhkan perhatian dan dukungan bersama. Kondisi geografis, keterbatasan aksesibilitas, kebutuhan peningkatan pelayanan dasar, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pembangunan infrastruktur, perlindungan masyarakat asli Papua, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia merupakan bagian penting yang harus menjadi perhatian kita bersama.
Di sisi lain, Jayawijaya juga memiliki potensi yang besar baik dalam bidang pertanian, peternakan, pariwisata, ekonomi kreatif maupun potensi sumber daya manusia dan kekayaan sosial budaya masyarakat.
Ia berharap pertemuan ini menghasilkan program konkret yang tepat sasaran. Melalui pertemuan ini pihaknya berharap dapat dibahas secara konkret peluang sinergi program antara BP3OKP Provinsi Papua Pegunungan dengan pemerintah Kabupaten Jayawijaya. Sinergi tersebut hendaknya tidak hanya berhenti pada tahapan koordinasi, tetapi dapat diwujudkan dalam bentuk program dan kegiatan yang jelas, terukur, tepat sasaran.
Beberapa fokus yang disoroti yakni penguatan perencanaan berbasis kebutuhan, sinkronisasi program, pemberdayaan OAP, dan peningkatan SDM.”Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian bersama, antara lain penguatan perencanaan berbasis kebutuhan masyarakat, sinkronisasi program provinsi dan kabupaten, peningkatan kualitas pelayanan dasar, pengembangan ekonomi masyarakat, pemberdayaan orang asli Papua, penguatan kelembagaan masyarakat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia,
Di akhir sambutan ia mengingatkan pentingnya akuntabilitas pengelolaan dana Otsus. Menurutnya, kita sebagai pengambil kebijakan dan pengelola dana otonomi khusus memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan bahwa kebijakan otonomi khusus benar-benar menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat. Jangan sampai OTSUS menjadi ruang Papua merubahkan Papua. Tetapi perkuat integritas dan akuntabilitas pengelolaan OTSUS,” (Gadiel gombo)
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


