Tahuna, kliktimur. com
Selain cara kerja Bea dan Cukai Tahuna dinilai ca, beres dalan menjalankan tupoksinya, Sikap tidak sopan pimpinan Bea Cukai Tahuna kembali di sorot berbagai kalangan. Hal itu menyembul saat melihat gaya duduk kepala Bea cukai saat menerima insan pers sangihe benar benar jauh dari sopan santun, belum lama ini.
Sejumlah wartawan yang merasa dilecehkan oleh kepala Bea cukai Tahuna, mengungkapkan bahwa kehadiran mereka ke kantor pembantu Bea cukai Tahuna untuk mengkonfirmasi banyak hal terkait tugas pokok (tupoksi) terkait pemeriksaan / penyitaan barang yang ditengara selundupan. .Ada dugaan selama ini, banyak barang dilintas batas, yang di sita untuk pemeriksaan, tanpa publikasi yang jelas, diduga lenyap dan tak jelas keberadaanya.
Kantor pembantu Tahuna yang pusatnya di Manado ini, diakui banyak kalangan jadi tempat kelompok penyamun dan sindikat busuk yang banyak disorot publik. Selain kredibilitas mereka dipertanyakan, terlalu banyak masalah diruang kerja Bea cukai , konon di transaksikan. Seharusnya Bea cukai benar-benar menjalankan tugas sesuai tupoksinya secara transparan.
“Kalu keja amankan barang lalu transaksi bahkan ada ada dugaan mengelapkan barang bukti, ini perlu dibongkar habis, dan dilaporkan ke kementrian keuangan Negara” Ujar salah satu insan pers didaerah yang kesal saat mengkonfirmasi banyak hal, sang kepala Bea cukai pembantu ini, hanya mengatakan silakan tanya ke Bea Cukai di Manado dengan gaya pandang remeh dan tidak sopan.
Lebih sial lagi, selain para insan pers tak mendapatkan jawaban yang akurat, sikap kepala Bea Cukai Tahuna saat melayani pers dinilai jauh dari etika sopan santun. Dikantor disalah satu ruangan, sang kepala, selain hanya mengenakan kaus oblong, dia juga dalam posisi angkat kaki diatas kursi dihadapan pers.
Ini menurut sejumlah wartawan yang siap mengelar demonstrasi ke kantor tersebut, pimpinan kantor Bea Cukai Tahuna benar benar tidak sopan dan tak punya wibawa sama sekali.
Salah seorang wartawan senior Asril Gambate Tatande, Direktur dan Pemred media bintang bayangkari indoneaia, mengatakan, pejabat negara tipe seperti itu perlu di demo bahkan kalu perlu diusir dari Kepulauan ini. Selain tidak sopan, sikapnya buruk dan tak punya tatakrama. Dikantor saat hari aktif, selain tak memakai atribut institusi, dia melayani insan jurnalis dengan gaya sambil angkat kaki di kursi yang dia duduki.
” Kami siap mengelar demo ke kantor kantor yang ca beres, contoh Bea – Cukai Pembantu di Tahuna.” Tutupnya.
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


