Wamena kliktimur.com Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) 2026 di Kabupaten Jayawijaya tahun ini mengusung konsep berbeda. Tidak ada lagi pertunjukan perang antar distrik.
“Kabid Destinasi dan Pemasaran Pariwisata Disbudpar Jayawijaya Naftali F. Rumbiak* mengatakan FBLB tahun ini lebih ke sosial drama.
“Kami tidak pakai nama distrik, tapi pakai nama sanggar tari. Sosial drama ini akan menceritakan budaya kita yang mulai hilang atau ditinggalkan,” ujar Naftali, Jumat (10/7/2026).
Contohnya budaya berkabung. “Ada proses orang berduka yang tidak boleh keluar dari honai dalam waktu sekian. Itu yang akan kami tampilkan dalam bentuk sosial drama,” jelasnya.
FBLB 2026 akan menampilkan 5 sanggar dengan cerita bersambung. Temanya mulai dari inisiasi anak, mulai lahir sampai keluar dari honai dan bergabung ke honai laki-laki. Setiap penampilan durasi 15 menit. Jika tidak cukup akan dilanjutkan hari kedua.
“Turis datang akan melihat cerita budaya kita yang sudah mulai terkikis. Tujuannya agar yang dilupakan jadi bermakna lagi,” kata Naftali.
Selain sosial drama, fokus kegiatan juga ke tari-tarian dan lomba.
Inovasi Tiket Online dan QRIS
Tahun ini penjualan tiket dilakukan online dan offline. Launching dijadwalkan Senin bersamaan dengan pembukaan FBLB oleh Bupati Jayawijaya.
“Selama ini turis kesulitan bayar non-tunai. Tahun ini kami jawab dengan QRIS. Semua pembelian tiket akan langsung masuk ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD),” ujar Naftali.
Rincian Harga Tiket
Turis Asing Rp160.000. Terdiri dari Rp150.000 tiket masuk, Rp5.000 parkir, Rp5.000 toilet
Lokal & Nusantara Rp30.000 sudah termasuk parkir dan toilet
Tiket online bisa dibeli di 20 titik yang disiapkan. Target PAD dari FBLB tahun ini Rp300 juta.
Rangkaian Kegiatan
FBLB digelar selama 2 hari, 7-8 Agustus.
Dilanjut Wamena Kopi Festival 7-10 Agustus dan Karnaval di hari terakhir.
Kegiatan FBLB mulai pagi sampai jam 1 siang. Sorenya dipusatkan di depan Kantor Bupati untuk wamena festival kopi
Untuk promosi, Pemkab menggandeng Diskominfo dan media sosial. Warga dan ASN juga diajak menjadi tuan rumah dengan membeli tiket dan mendukung UMKM.
“Warga yang datang juga bisa menikmati Wamena Kopi Festival. Tujuannya untuk meningkatkan PAD dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” tutup Naftali.(Gadiel Gombo)
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


