Wamena, kliktimur.com-Pemkab Jayawijaya tancap gas. Bukan sekadar bangun gedung. Tapi bangun cara melayani.
Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, meluncurkan Integrasi Layanan Primer (ILP) di Puskesmas Wamena Kota dan Puskesmas Ilekma, Rabu (4/11/2026).
Peluncuran ditandai dengan gunting pita. Pita putus, pelayanan menyatu.
“Kami sangat mengapresiasi peluncuran ILP di Puskesmas Wamena Kota dan Puskesmas Ilekma sebagai komitmen dalam meningkatkan mutu pelayanan publik di Kabupaten Jayawijaya,” kata Bupati.
Bupati tidak bicara gedung saja. Bupati bicara rasa.
Gedung baru itu komitmen. Komitmen untuk mendekatkan. Komitmen untuk mempermudah. Komitmen untuk mengoptimalkan.
“Dengan adanya fasilitas ini maka pelayanan kesehatan semakin membaik, memadai, dan sangat sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada saat ini. Fasilitas ini dapat memberikan rasa nyaman baik bagi masyarakat yang berobat maupun petugas yang melayani,” ujarnya.
Gedung bagus saja tidak cukup. Pelayanan harus ikut bagus.
“Dengan kondisi bangunan dan fasilitas yang baik seperti ini maka harus ditunjang dengan paradigma pelayanan yang baik sebagai standar istimewa dalam mendorong ILP,” tegasnya.
Wamena Kota dan Ilekma bukan puskesmas biasa lagi. Keduanya sudah BLUD. Sudah berstatus Badan Layanan Umum Daerah. Sudah menerapkan standar ILP.
“Puskesmas Wamena Kota dan Puskesmas Ilekma telah berstatus sebagai badan layanan umum daerah atau BLUD yang telah menerapkan standar ILP sehingga diharapkan pelayanan kesehatan masyarakat harus semakin baik,” katanya.
Apa itu ILP? Bupati jawab langsung.
ILP itu transformasi. Transformasi sistem pelayanan kesehatan dasar. Fokusnya bukan program. Fokusnya manusia.
“ILP adalah wujud transformasi sistem pelayanan kesehatan dasar yang berfokus pada kebutuhan siklus hidup manusia mulai dari masa kehamilan, balita, remaja, dewasa hingga lansia,” ujarnya.
Dari dalam kandungan sampai lansia. Semua dilayani. Semua disapa.
“Pelayanan ILP tidak lagi terkotak-kotak berdasarkan program melainkan terintegrasi secara komprehensif yang pelayanannya menyasar hingga ke tingkat puskesmas pembantu dan posyandu,” tegasnya.
Tidak lagi datang-datang terpisah. Tidak lagi urus ini, urus itu. Sekarang satu pintu, satu alur, satu pelayanan.
Sementara itu, Plt Kepala Dinkes Kabupaten Jayawijaya, Esau R Aibesa, menyebut ILP adalah agenda penting pemerintah.
“ILP merupakan transformasi sistem kesehatan yang menjadi agenda penting pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Indonesia khususnya Kabupaten Jayawijaya,” katanya.
ILP ini jalan bukan sendiri. Ada dukungan.
“Kami memperoleh dukungan dalam pengoperasian ILP melalui global fund sejak tanggal 28 Februari hingga berakhir pada 7 November tahun 2026,” ujarnya.
Tujuannya satu: mendekatkan.
“Maksud dan tujuan ILP adalah bagaimana siklus hidup berfokus pada integrasi, mendekatkan layanan masyarakat, memperkuat kemampuan wilayah setempat di Kabupaten Jayawijaya khususnya Kota Wamena,” katanya.
Intinya: Puskesmas bukan lagi tempat berobat saja. Tapi tempat melayani hidup. Dari hamil sampai tua. Dari kota sampai posyandu.(gadiel gombo)


