Wamena,kliktimur.com-Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, resmi membuka Rapat Koordinasi Lintas Program dan Lintas Sektor dalam Implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) Kabupaten Jayawijaya, Kamis (5/11/2026).
“Kegiatan ini diharapkan dapat membangun komitmen bersama, menyelaraskan peran, dan memperkuat sinergi di antara seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya. PLT sekertaris Daerah Tinggal Wusono, bacakan sambutan tertulis, mewakili bupati Atenius Murip, diwamena
Tujuannya satu layanan kesehatan yang terintegrasi dan berfokus pada siklus hidup.
“Pelayanan kesehatan kabupaten Jayawijaya yang berkualitas dan mudah diakses merupakan hak mendasar setiap warga negara,” tegas Bupati.
ILP bukan program biasa. ILP adalah perubahan cara melayani.
“Integrasi Layanan Primer bukan sekedar program biasa, melainkan sebuah perubahan paradigma pelayanan kesehatan,” katanya.
“Sistem kesehatan kita dibentuk untuk lebih tegas, responsif, dengan fokus intervensi yang disesuaikan berdasarkan siklus hidup manusia,” tambahnya.
Dari hamil sampai lansia. Semua dilayani.
“Mulai dari masa kehamilan, balita, remaja, dewasa hingga lansia,” kata Bupati.
“Kita ingin mewujudkan layanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, mulai dari pencegahan hingga penanganan,” ujarnya.
Bupati tegas: ILP tidak bisa jalan sendiri. Kesehatan tidak bisa kerja sendiri.
“Keberhasilan ILP tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor kesehatan saja, tetapi sinergi lintas sektor menjadi kunci mutlak,” katanya.
“Pelayanan ini harus diperkuat dari tingkat kabupaten, kecamatan melalui Puskesmas, hingga tingkat kampung se kabupaten Jayawijaya,” tambahnya.
Bupati ajak semua jalan bersama.
“Saya mengajak kepada kampung dan kelurahan hingga instansi vertikal untuk memiliki pemahaman yang sama,” ujarnya.
“Mari kita jalan bersama dan saling menopang sesuai dengan peran masing-masing,” katanya.
Bupati minta dukungan nyata dari kampung. Termasuk Dana Desa.
“Saya harapkan adanya dukungan nyata khususnya dari kampung, termasuk penjajakan alokasi Dana Desa yang tepat guna mendukung operasional, pemenuhan alat pendukung, serta pelatihan kompetensi bagi kader kesehatan kita di lapangan,” tegas Bupati.
Puskesmas juga harus jemput bola, bukan tunggu bola.
“Puskesmas harus proaktif melakukan pemantauan wilayah, pastikan seluruh lapisan masyarakat mendapatkan hak layanan kesehatannya, agar penyakit dapat dicegah dan ditangani sejak dini,” ujarnya.
Terakhir, Bupati resmi buka rakor.
“Dengan memohon pertolongan Tuhan, Rapat Koordinasi Lintas Program dan Lintas Sektor dalam rangka Implementasi Integrasi Layanan Primer di Kabupaten Jayawijaya ,” tutup Bupati. Gadiel Gombo


