Wamena,kliktimur.com– Dua kelompok masyarakat Wouma-Kurima dan Lani resmi berdamai lewat ritual adat “Patah Panah” di Mako Polres Jayawijaya, Sabtu (23/5/2026)
Perdamaian difasilitasi Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Daerah. Kedua pihak sepakat mengakhiri pertikaian, kekerasan, dan aksi balas dendam. Kesepakatan dituangkan dalam surat pernyataan bersama yang disaksikan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pemerintah.
Hadir dalam prosesi Wamendagri Ribka Haluk, Gubernur Papua Pegunungan John Tabo, Kapolda Papua Irjen Pol Petrus Patrige Rudolf Renwarin, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, Bupati Jayawijaya Atenius Murip, Bupati Lanny Jaya Aletinus Yigibalom, dan Bupati Yahukimo Didimus Yahuli.
Poin kesepakatan: hentikan kekerasan, jaga keamanan dan persaudaraan, saling hormati adat dan wilayah, serta selesaikan pelanggaran lewat hukum positif.
Wamendagri Ribka Haluk menyebut perdamaian adat adalah kekuatan Papua Pegunungan. Gubernur John Tabo menegaskan penyelesaian konflik harus kembali ke tradisi leluhur dan akan diatur lewat Perdasi/Perdasus.
Bupati Atenius Murip berharap aktivitas pendidikan, kesehatan, dan pemerintahan kembali normal pasca damai..( Gadiel Gomb)
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


