Wamena, kliktimur.com
Bupati Jayawijaya, Athenius Murip, menegaskan program Cetak Sawah Rakyat yang disebut CSR pemerintah daerah membantu kepada masyarakat, bukan upaya perebutan lahan oleh negara.
Hal itu disampaikan Bupati Athenius di Wamena, Selasa (1/9/2026). “CSR ini merupakan bagian dari program kerja bupati dan wakil bupati yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya,” kata Athenius.
Ia juga menjelaskan kehadiran pemerintah dalam program ini murni untuk membantu rakyat.”Pemerintah hadir untuk membantu rakyat. Rencana cetak sawah rakyat CSR ini untuk masyarakat bukan untuk perebutan. Setelah jadi lalu diambil alih pemerintah tidak. Ini hanya membantu membuka, memperbaiki lahan sawah yang ada. Melalui mesin, karena pakai cangkul lambat,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Murip juga menghimbau seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Jayawijaya agar memahami dan menyebarluaskan informasi program ini dengan baik.
“Saya himbau seluruh elemen masyarakat, 40 distrik, 328 kampung se Jayawijaya dan intelektual, mahasiswa, pelajar memahami, sosialisasikan dengan baik lalu ambil sikap yang baik,” tegasnya.
Program Cetak Sawah Rakyat CSR ditargetkan untuk mempercepat pembukaan lahan pertanian di Jayawijaya guna mendukung ketahanan pangan daerah.(Gadiel Gombo)
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


