Wamena, kliktimur.com
Pemerintah Kabupaten Jayawijaya berhasil memediasi perselisihan lahan pencetakan sawah rakyat yang terjadi antara warga Distrik Welesi, Distrik Pisugi, dan Distrik Kurulu.
Pertemuan mediasi berlangsung di Ruang Rapat Bupati, Senin (31/8/2026) dan dihadiri perwakilan masyarakat dari ketiga distrik tersebut.
Bupati Jayawijaya Athenius Mirip menyampaikan hasil mediasi tersebut.
“Kepada seluruh masyarakat Dewiwijaya 40 Distrik 328 Kampung, telah kami memediasi antara warga dari Distrik Welesi, Distrik Pisugi, serta Kurulu berkaitan dengan permasalahan lahan pencetakan sawah rakyat yang beberapa waktu lalu kita saksikan bersama terjadi perselisihan di kedua belah pihak,”ujarnya.
Dengan semangat kekeluargaan, pemerintah mengambil peran sebagai penengah.
” Sehingga dengan kepala dingin sepanjang hari ini Pemerintah Kabupaten JWD sebagai mediator telah memediasi dan memutuskan beberapa hal pokok yang telah ditangani. Sehingga kegiatan aktivitas bisa berjalan,”katanya.
Dalam pertemuan itu juga disepakati untuk menghentikan narasi provokatif yang berpotensi memicu konflik lebih luas.
_“Dalam ancaman-ancaman dalam video yang beredar, kita mendengar perang suku, perang daerah. Hal itu sudah bersama-sama dinyatakan perdamaian. Selanjutnya aktivitas masyarakat di ketiga distrik, ataupun seluruh 40 distrik dapat berjalan dengan baik,”tegasnya.
Pemkab Jayawijaya mengajak seluruh masyarakat mendukung program pemerintah.
” Semua program pemerintahan mari kita laksanakan bersama untuk kesejahteraan masyarakat 40 distrik,”tutupnya.
Hasil mediasi ini diharapkan menjadi langkah awal terciptanya situasi aman dan kondusif di wilayah Jayawijaya, khususnya di Distrik Welesi, Pisugi, dan Kurulu yang sempat berselisih terkait lahan pencetakan sawah rakyat.(Gadiel Gombo)
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


