Tahuna, kliktimur. Com
Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Dharma Wanita Persatuan (DWP) ke-27 yang dirangkaikan dengan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 tahun 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe bersama jajaran fasilitas pelayanan kesehatan menggelar kegiatan jalan sehat, Sabtu (7/11/2026).

Kegiatan yang mengusung tema HUT DWP, “Dharma Wanita Persatuan Perempuan Berkarakter dan Inspiratif Menuju Indonesia Emas 2045” serta tema HKN “Sehat untuk Semua” tersebut dimulai dari Pelabuhan Tua Tahuna, Kelurahan Sawang Bendar, dan berakhir di GOR Manente, Kecamatan Tahuna.

Kegiatan ini dibuka langsunh Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari didampingi Wakil Bupati Tendris Bulahari, dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Organisasi Wanita Kabupaten Kepulauan Sangihe serta tenaga kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr. Handry Pasandaran mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HKN yang telah dimulai sejak akhir Oktober 2026. Sejumlah kegiatan telah dilaksanakan, termasuk pelayanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi dosen, tenaga pengajar, dan mahasiswa di Politeknik Negeri Nusa Utara.

Menurutnya, rangkaian kegiatan juga diisi dengan berbagai perlombaan, seperti HKN Idol dan line dance, serta bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis yang dijadwalkan sebelum puncak peringatan HKN pada 12 November 2026.
“Melalui rangkaian kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan sekaligus mempererat kebersamaan seluruh tenaga kesehatan,” ujar Pasandaran
Pasandaran menegaskan, program Cek Kesehatan Gratis menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam mendukung kebijakan Kementerian Kesehatan, terutama untuk meningkatkan deteksi dini terhadap berbagai faktor risiko penyakit menular maupun tidak menular, seperti TBC, HIV, hipertensi, diabetes, dan kanker.
Ia mengimbau masyarakat agar memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan secara berkala, minimal satu kali dalam setahun, sehingga potensi gangguan kesehatan dapat diketahui dan ditangani lebih awal.
“Jangan menunggu sampai sakit baru memeriksakan diri. Pemeriksaan kesehatan sejak dini sangat penting untuk mengetahui kondisi tubuh dan mencegah penyakit berkembang menjadi lebih serius,” tegasnya.
Lebih lanjut, Pasandaran mengakui kondisi geografis Kabupaten Kepulauan Sangihe sebagai daerah kepulauan serta aktivitas masyarakat yang mayoritas bekerja sebagai petani, pekebun, pedagang, dan nelayan menjadi tantangan dalam menjangkau sasaran pelayanan kesehatan.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Dinas Kesehatan tengah menyiapkan inovasi pelayanan jemput bola melalui pelaksanaan CKG di pasar-pasar yang direncanakan mulai awal Januari 2027. Selain itu, pihaknya akan memperkuat koordinasi dengan kelompok tani dan nelayan bersama organisasi perangkat daerah terkait.
“Melalui pelayanan langsung ke pusat aktivitas masyarakat, kami berharap akses pemeriksaan kesehatan semakin mudah dan dapat menjangkau masyarakat usia produktif yang selama ini sulit mengikuti pelayanan di fasilitas kesehatan,” jelasnya.


