SANGIHE – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam meningkatkan kualitas hidup warga lanjut usia kembali ditegaskan melalui wisuda Program Sekolah Lansia yang meluluskan 47 peserta tahun ini.
Program yang digelar di Jemaat Immanuel Tahuna, Jemaat Banalang Duata, dan Jemaat Bethlehem Tahuna tersebut menjadi wujud pelayanan berbasis komunitas yang menyentuh langsung kebutuhan para lansia di lingkungan gereja dan keluarga.

Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, dalam sambutannya menyampaikan penghargaan atas ketekunan para peserta yang mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran hingga tuntas. Ia menegaskan bahwa keberadaan generasi saat ini tidak lepas dari perjuangan para orang tua dan lansia yang telah membangun fondasi daerah.
“Kami berdiri di atas kerja keras dan pengorbanan bapak, ibu, oma dan opa sekalian. Daerah ini tumbuh karena kontribusi generasi terdahulu. Pemerintah dan generasi penerus menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya,” ujarnya.
Didampingi Wakil Bupati Tendris Bulahari, Bupati menekankan bahwa Sekolah Lansia bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan program strategis untuk mewujudkan lansia sehat, mandiri, dan produktif. Materi yang diberikan mencakup edukasi kesehatan, penguatan mental spiritual, hingga peningkatan peran sosial di tengah keluarga dan masyarakat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2024, angka harapan hidup di Kabupaten Kepulauan Sangihe mencapai 69,7 tahun bagi laki-laki dan 73,2 tahun bagi perempuan. Tingginya partisipasi perempuan dalam program ini dinilai sebagai bukti semangat kaum ibu dalam menjaga kualitas hidup di usia emas.
Prosesi wisuda berlangsung penuh haru. Para peserta tampil mengenakan toga dan medali, menerima sertifikat kelulusan layaknya wisuda pendidikan formal. Raut bangga terpancar dari wajah para wisudawan yang didampingi keluarga.
“Rasanya kurang lebih seperti wisuda sekolah dulu, hanya masa belajarnya yang berbeda,” kata Bupati disambut senyum dan tepuk tangan hadirin.

Selain menekankan pentingnya peran pemerintah, Bupati juga mengingatkan keluarga untuk terus mendampingi dan menghormati orang tua. Menurutnya, merawat lansia adalah kehormatan sekaligus kesempatan berharga.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Sangihe Cherry Thungari Soeyoenus, Sekretaris TP PKK Agnes Bulahari Walukow, Majelis Pekerja Jemaat, para narasumber, serta undangan lainnya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe berkomitmen memperluas jangkauan Sekolah Lansia agar semakin banyak warga usia emas dapat menikmati masa tua yang sehat, bahagia, dan tetap berdaya.
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

