Manado, kliktimur.com
Seiring wacana figur yang bakal di combine menjadi Paslon menuju gerbang pendaftaran kian menegang. Satu hal yang pasti, semua parpol tentu akan punya keyakinan yang sama klaim terkuat memenangkan pertarungan. Tapi kesemuanya kembalikan kepada pemilik kedaulatan yakni rakyat pemilih. Beragam mendapat pun menjadi topik perbincangan segala unsur. Objektivitas dan plus minus tentu saja menjadi alot lahirkan beragam sorotan.
Penilaian publik sepertinya mulai terarah pada figur figur yang kemungkinan miliki peluang memimpin Sulut. Seiring berjalanya waktu, menurut sejumlah pemerhati politik kepulauan, figur itu selain ditentukan ‘garis tangan’ juga momentum. Masa dimana, bisa membumi atau sebaliknya karena kelenturan lawan. Masa dimana Paslon mampu menghipnotis keinginan publik dan menghantar figur itu menang atau bisa sebaliknya tergerus karena dorongan kekuatan lain.
Menurut Mandiangan, semua orang itu ada masanya, dan masa itu ada orangnya. Artinya kedinamisan dalam lingkup politik, adalah sebuah proses yang lumrah. oleh karena, masing masing parpol, punya trik lakukan manuver dan lain lain. Ini semua tentu akan melewati sebuah proses politik yang sulit. Klimaks harus benar benar tiba pada suatu hitungan dengan prediksi mampu membuat lawan bertekuk lutut.
Memang tak bisa dipungkiri, masih mencuatnya figur figur fenomenal yang tak asing dimata publik Sulawesi Utara menjadi sebuah pertarungan yang seru. Bersamaan waktu berjalan, lahir figur figur fenomenal yang ingin naik level. Steven Kandouw (SK) misalnya, masuk kategori pemain lama yang berkeinginan naik level ke Gubernur mumpung usianya tergolong masih muda.
Demikian halnya Elly Engelbert Lasut (E2L). Perbedaan keduanya, SK lebih siap dan menonjol karena tak kurang dari 10 tahun ikut bersama sama Gubernur Olly Dondokambey (OD), merumuskan Sulut menuju provinsi yang lebih handal. Setingkat lebih dibawah E2l berpengalaman untuk kategori wilayah yang lebih kecil yakni Kabupaten, namun berhasrat ingin memperebutkan posisi yang akan segera ditinggalkan OD. Tak terkecuali Cristiany E. Paruntu (CEP) selevel E2l, sangat lincah karena sekian lama menguasai wilayah kabupaten.
Berikut cacatan ringkas seputar perjalanan karir politik ketiganya dalam kancah perpolitikan di Sulut.

Drs. Steven O.E. Kandouw (SK)
Sebelum ke wakil gubernur, pernah di Legislator sulut. 2024 ini akan segera mengakhiri masa tugas Wagub dampingi OD yang sudah di penghujung periodesasi. Sebagai partai pemenang suara terbanyak legislatif, PDIP diakui khalayak miliki basis pendukung terbesar di Sulut. Belakangan dalam hitungan, figur SK yang jauh dari kekakuan, simpatik dengan gaya khasnya sedikit ceplas ceplos namun ramah itu, sedang dipersiapkan menuju Pilgub Sulut. Dukungan ke SK kian kencang karena, selain miliki kekuatan mesin partai yang mumpuni, figur satu satunya yang berpengalaman mengurusi provinsi tak lain SK.

Elly Engelbert Lasut (E2l)
Adalah politisi handal yang pernah naik pentas Sulut berhadapan dengan gubernur SH. Sarundajang (Almarhum) tapi sempat gagal. Setelah beberapa waktu menghilang karena urusan hukum, dirinya kembali bercahaya ketika figur ini terpilih kembali menjadi bupati di wilayah paling utara Sulut yakni Kabupaten kepulauan Talaud sekian kali.
E2L dikenal politisi dengan kepribadian yang kuat. Dia belakangan dinilai adalah lawan sepadan dan tak gentar naik pentas Sulut berhadapan dengan Paslon PDIP. Memang dari segi dukungan dan basis jika berkaca dari keberhasilan anak semata wayangnya Hillary Brigitta Lasut (HBL) mungkin jadi tolok ukur dirinya bisa unggul berselancar ke kursi Sulut 1.

Christiany E Paruntu (CEP)
disebut sebut kembali bergairah menuju Sulut 1, karena keberhasilannya pada Pileg 2024, meraup suara lebih dari 60 ribuan ke DPR-RI. Ini tentu harus diakui dan jangan disepelehkan, sekalipun kabar terakhir CEP lebih memilih tetap sebagai legislator pusat dan menyodorkan legitimasi itu ke kandidat lain se-konteks perjuangan di lingkaran kemenangan Prabowo Gibran (Pragib).
Sekalipun dikabarkan CEP urung berjibaku merebut Sulut 1, tapi santer kehadiran perempuan bertangan dingin ini, cukup digandrungi karena punya pengalaman memimpin dua periode di kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Pilgub Sulut 2024 ini memang kian tegang bersamaan rekrutmen figur dari masing masing parpol pengusung sudah didepan mata. Prediksi pun membahana, dari berbagai kalangan bahkan sudah saling klaim.
Penulis / Editor ; Meidi Pandean
Web Editor : Yamamoto.
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.