WAMENA, KLIKTIMUR.COM – Persekutuan Anak dan Remaja Kristen (PAR)resmi terbentuk di Papua Pegunungan, Senin (30/6/2026). Sekaligus Mengelar ibadah perdana KKR dan HUT PAR ke-1 se-Provinsi Papua Pegunungan di Wamena, dengan tema “Satu di Dalam Kristus”.
Ketua PAR Provinsi Papua Pegunungan, Debora Agapa, menyebut kasih Kristus adalah kunci persatuan generasi muda lintas gereja.
“Kristus sendiri adalah kasih. Tujuannya kami mengajak generasi anak Papua Pegunungan, bahwa kasih itu saja yang akan dapat mempersatukan kami,” ujarnya.
“Kami tidak bisa jalan sendiri tanpa ada kesatuan dan persatuan,” tambahnya.
Rangkul 16 Denominasi, Tanpa Membongkar Gereja
PAR hadir merangkul 16 denominasi agar tetap membina anak di wilayah gereja masing-masing.
“Di dalam kesatuan kami dapat merangkul, mendidik, dan membawa anak-anak ini kepada Kristus,” jelas Debora.
“Tidak ada perpecahan, tidak membongkar organisasi. Tetapi tetap saling berbagi doa, materi ajar, cara mengajar, dan metode,” katanya.
Minta Perhatian untuk Guru Sekolah Minggu
Debora juga menyoroti nasib guru Sekolah Minggu yang belum mendapat upah tetap.
“Selama ini kami tidak ada upah. Upah yang kami dapat hanya dari uang persembahan anak-anak,” ujarnya.
“Saya harap pemerintah provinsi Papua pegunungan yang baru ini bisa upayakan kami guru-guru sekolah minggu,” tutupnya.
Ketua I PGGP, Sendi Tabuni, menyatakan dukungan penuh. menaungi 16 denominasi dan Gereja
“Kami mendukung penuh yang sudah dibentuk sebagai pusat pimpinan anak-anak kita,” kata Sendi.
“Peliharalah kesatuan. Tujuannya kita menjangkau anak-anak bagi Kristus, bukan untuk mempertahankan denominasi. Yang penting anak kenal Yesus, tapi berjumpa dengan Yesus,” pesannya.Penulis: Gadiel Gombo
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


