SANGIHE – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe mengambil langkah tegas menyikapi keluhan masyarakat atas pemadaman listrik yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Bertempat di ruang rapat rumah jabatan, Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari memimpin langsung pertemuan bersama manajemen PLN UP3 Tahuna guna memastikan solusi konkret dan terukur segera direalisasikan.
Pertemuan tersebut menghadirkan perwakilan PLN, Dimas, yang memaparkan kondisi terkini sistem kelistrikan di Sangihe. Dalam forum itu, Bupati meminta penjelasan menyeluruh terkait penyebab pemadaman, progres penanganan, serta langkah jangka pendek dan jangka panjang yang disiapkan untuk memulihkan stabilitas listrik.

PLN menjelaskan bahwa saat ini terdapat tiga unit mesin baru untuk PLT Tamako yang masih menunggu pengiriman dari Amurang karena kendala cuaca. Sementara itu, satu unit mesin relokasi berkapasitas 500 kWh telah tiba di PLT Petta dan tengah menjalani proses instalasi serta penyesuaian teknis.
Selain faktor keterbatasan daya (defisit), cuaca ekstrem disebut menjadi penyebab dominan gangguan jaringan. Dahan dan pohon tumbang yang menimpa kabel distribusi kerap memicu pemadaman, terutama di wilayah dengan bentang jaringan yang panjang.

Dalam sesi dialog, sejumlah perwakilan kecamatan menyampaikan aspirasi warga. Perwakilan Tahuna Barat mempertanyakan pemadaman yang tetap terjadi saat cuaca cerah tanpa gangguan pohon tumbang. Mereka menilai yang dibutuhkan bukan semata penambahan daya, melainkan distribusi yang lebih stabil.
Dari Manganitu Selatan, muncul dorongan agar PLN menghadirkan inovasi teknis, seperti penggunaan pelindung kabel yang lebih tahan terhadap gangguan eksternal. Sementara perwakilan Kendahe mengusulkan identifikasi pohon rawan di sepanjang jalur listrik agar dapat ditangani bersama pemerintah kecamatan. Mereka juga menyoroti perlunya perlindungan konsumen atas kerusakan peralatan elektronik akibat pemadaman mendadak, serta mengusulkan penambahan jam layanan listrik menjadi 12 jam penuh pada malam hingga pagi hari.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, PLN menegaskan bahwa gangguan di Manganitu Selatan masih dipengaruhi suplai dari PLT Sawang Tahuna. Jika terjadi gangguan di jalur distribusi menuju wilayah tersebut, maka pemadaman tidak dapat dihindari. Namun, setelah tiga mesin baru di Tamako beroperasi, distribusi beban akan dibagi sehingga diharapkan dapat mengurangi risiko gangguan.
Dalam penutup rapat, PLN menyampaikan komitmen bahwa pada akhir Februari sistem kelistrikan Sangihe akan lebih stabil, seiring kedatangan dan pengoperasian tiga unit mesin baru yang merupakan hasil koordinasi intensif pemerintah daerah sejak tahun 2025.
Bupati menegaskan, pemerintah daerah akan terus mengawal proses ini hingga masyarakat merasakan pelayanan listrik yang andal dan berkelanjutan. “Listrik adalah kebutuhan dasar. Pemerintah hadir untuk memastikan hak masyarakat terpenuhi,” tegasnya.
Langkah proaktif Pemkab Sangihe ini menjadi sinyal kuat bahwa persoalan kelistrikan tidak dibiarkan berlarut-larut, melainkan ditangani melalui koordinasi, pengawasan, dan komitmen bersama demi kenyamanan dan kesejahteraan warga.
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

