Wamena, kliktimur.com — Pemerintah Kabupaten Jayawijaya meluncurkan Noken Pelangi sebagai identitas budaya Suku Walak yang dikembangkan menjadi penggerak ekonomi baru berbasis UMKM. Peluncuran ini berlangsung di Kampung Manda, Distrik Bugi, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Jumat (22/1/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda Jayawijaya, DPRK Jayawijaya, serta masyarakat dari lima distrik wilayah Walak. Peluncuran “Noken Pelangi” menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui penguatan produk lokal berbasis budaya.
Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, S.H., M.H., menyampaikan bahwa Noken Pelangi merupakan simbol identitas Suku Walak yang kini dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, seperti topi, pakaian, sepatu, dan produk kreatif lainnya.
“Identitas Noken Pelangi ini adalah hasil karya masyarakat Suku Walak yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus mempromosikan budaya lokal,” ujar Bupati.
Ia menambahkan, pengembangan produk berbasis Noken Pelangi
diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga berkontribusi terhadap pendapatan daerah melalui sektor UMKM.
Selain Noken Pelangi, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya juga menetapkan
Noken Warna Cendrawasih sebagai identitas wilayah Bomta yang meliputi Distrik Bilakme, Tagime, Tagineri, dan Melagalome. Produk-produk tersebut diharapkan menjadi sumber penghidupan baru bagi masyarakat setempat.
Dalam kesempatan yang sama, pemerintah daerah turut menyalurkan bantuan beras dan minyak goreng kepada masyarakat di lima distrik wilayah Walak sebagai bagian dari program ketahanan pangan.
“Penyaluran beras ini merupakan alokasi dari program ketahanan pangan. Seharusnya dibagikan pada Desember 2025, namun karena keterbatasan transportasi udara untuk pengangkutan minyak goreng, baru dapat disalurkan secara lengkap pada awal 2026,” jelas Atenius Murip.
Bupati juga menekankan makna filosofis noken sebagai simbol perlindungan dan kehidupan. Menurutnya, noken mengajarkan nilai kebersamaan dan kemandirian yang relevan dengan pengembangan ekonomi masyarakat.
“Noken adalah simbol untuk mengamankan semua kepentingan kehidupan. Terobosan mama-mama di wilayah Walak ini harus terus didukung agar kreativitas mereka dapat dikembangkan menjadi potensi UMKM yang mampu meningkatkan pendapatan secara signifikan,” pungkasnya.
(Gadiel Gombo)
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

