Kendahe, kliktimur. com
Tak kurang dari empat calon yang akan segera meramaikan kampung Mohong Sawang kecamatan Kendahe. Yang menarik didetik detik menuju hari pelaksanaan 21 Oktober 2026 mendatang, suhu politik dikampung yang berdekatan lereng gunung api awu itu memanas, menyusul salah satu calon incumbert berinisial JS, meski sempat terlapor ke inspektorat dan di hering dewan karena sesuatu hal, bahkan sempat nonaktif, tetap lolos dan masuk deretan nama ikut bertarung pada perhelatan serempak pilkades yang tinggal beberapa hari lagi.
Seperti biasanya di pemilihan Pilkades, Incumbert jadi Sorotan atau dekat api karena kehadiran untuk melanjutkan kembali sudah pasti bersebrangan dengan kandidat baru. Incumbent didukung banyak faktor sekalipun harus melewati banyak krikil tajam, jika punya masalah. Untuk kampung Mohong Sawang, cukup jadi ramai, sekalipun incumbent miliki deretan persoalan jauh sebelum tahapan pilkades, menurut warga setempat JS punya peluang sekalipun banyak yang keberatan.
Menurut informasi, saat mulai sibuk memenuhi tahapan pilkades, hampir separoh warga kampung siap menolak bahkan menghalaunya. Akan tetapi JS tetap saja berproses dan permohonanya dikabulkan. Sumber itu menjelaskan bahwa JS dalam kepemimpinan lalu lalu, pernah di nonaktifkan dari kapitalaung, diperiksa inspektorat dan hering dewan gara gara bangunan pasar kampung setempat tidak tuntas dikerjakan. Selain masalah bangunan pasar, juga soal pengelolaan karcis atau iuran yang nyata nyata tidak trasparan pengelolaanya menjadi sorotan tajam dari warga.
Yang mengherankan JS tetap lolos dan masuk calon sekalipun sempat bermasalah. Kepala inspektorat kabupaten Kepulauan Sangihe Willyamson Tukunang, ST, CFrA saat disambangi di ruanganya, membenarkan bahwa JS sempat terperiksa, di hering dewan, bahkan pernah di nonaktifkan dari jabatanya.
Akan tetap JS dikembalikan ke jabatan Kapitalaung Kampung Mohong Sawang, karena pasar yang sebelumnya tak selesai, JS Tuntaskan. Demikian soal retribusi yang disebut sebut tidak transparan, agak sulit di proses, karena belum ada regulasinya.” Kami juga kesulitan memeriksa karena belum ada dasar regulasi soal karcis di pasar mohong Sawang. Itulah sebabnya JS tetap direkomendasi ikut calon.” Ujar Tukunang.
Sejumlah kalangan menyebut, terkait mantan kapitalaung sempat bermasalah saat bertugas, namun kemudian lolos ikut pilkades lagi, Mungkin sudah melewati proses dan masih memenuhi syarat. Serahkan saja kepada masyarakat pemilih. ***
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


