Wamena,kliktimur.com
Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kabut asap makin terasa di Pasar Potikelek. Stok sayur-mayur kosong, pedagang kelimpungan.
Pedagang sayur Pasar Potikelek, Aswar, mengaku sudah seminggu dagangannya seret.
“Imbas dari karhutla ini, kami selaku pedagang sayur-mayur di Pasar Potikelek ini sangat berdampak,” kata Aswar. Kamis, (15/10/2026) diwamena
“Mulai dari hari Jumat lalu , sekarang sudah hari Kamis, berarti sudah mau satu minggu stok barang basah cuma masuk satu kali,” ujarnya.
Padahal biasanya sayur masuk berton-ton tiap hari.
“Dari sebelumnya itu setiap hari masuk satu ton, satu setengah ton sayuran. Tiba-tiba ada bencana kabut asap, otomatis sayur-mayur tidak bisa masuk,” ungkapnya.
“Informasinya ini sampai kapan dari pihak penerbangan? Pihak penerbangan juga belum bisa pastikan karena tergantung cuaca kabut. Mereka tidak berani terbang kalau asap masih ada,” sambungnya.
Satu-satunya harapan kemarin hanya pesawat Hercules.
“Baru kemarin ada barang masuk itu cuma dari Hercules. Itu pun dari pagi kita masukkan barang setengah enam baru tiba di Wamena. Otomatis kita jual besok pagi, otomatis kualitas sudah menurun,” katanya.
Soal harga, Aswar masih tahan tidak naik.
“Untuk lonjakan harga, kita masih di harga normal. Kita kondisikan dari harga Jayapura berapa, tambah bungkus pesawat, kita jual harga normal. Tidak ada kenaikan,” tegasnya.
Sementara itu, staf ekspor Dinas Perindag Jayawijaya, Sami Rubino, bilang kondisi ini sangat mempengaruhi stok.
“Ini sangat-sangat mempengaruhi sekali, misalnya jenis komoditi seperti bawang putih, tomat,” kata Sami.
“Sesuai hasil pantauan dan wawancara dengan pedagang, stok yang ada cuma bisa bertahan selama 2 hari. Bila pesawat tidak terbang lagi 1 atau 2 hari, akan sangat mempengaruhi stok kita yang terbatas, dengan harga yang akan melonjak,” ujarnya.
Ia menyebut produk lokal belum mampu tutup kekurangan.
“Untuk produk lokal sendiri belum mampu memenuhi kebutuhan konsumen di Kabupaten Jayawijaya. Para pedagang ada ambil sedikit dari pedagang lokal, khususnya cabe rawit, dan bawang merah tidak bisa bertahan selama satu minggu,” jelasnya.
Sami berharap kabut asap cepat hilang.
“Kita hanya berharap supaya bisa secepatnya kabut asap ini hilang supaya pesawat bisa mendarat,” katanya.
Untuk harga saat ini masih normal, kecuali cabai rawit.
“Untuk saat ini harga masih normal, cuma cabai rawit saja yang naik. Dari Rp130.000 hari ini sekarang sudah Rp140.000,” ungkapnya.
“Kalau Bapok sampai sekarang masih bisa bertahan, kadang ada lewat jalan darat,” tutupnya.(diel)
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


