Sitaro, Kliktimur. com
Dugaan penyelewengan dana stimulan sebagai penunjang aksi awal mengatasi berbagai kesulitan / kerugian di Tagulandang itu, kini jadi objek terperiksa di kejaksaan tinggi, sehingga memanggil jumlah petinggi di kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro). Ada sesuatu yang patut dipertanyakan, menyusul beredar isu bahwa kasus ini sengaja dipolitisir untuk menyudutkan, bupati Chyntia Kalangit (SK) dan sejumlah petinggi lainya.
Menurut berbagai sumber, dana stimulan yang dicairkan dua kali berhandrol kurang lebih 35 miliar rupiah, itu prinsipnya telah terlaksana sesuai peruntukan.. Akan tetap hal ini sengaja dicari celah dengan tudingan macam macam, melemahkan Bupati SK dan lain lain termasuk sejumlah anggota dewan. Sas Sus beredar, bahwa ratusan saksi bahkan lebih, penerima bantuan di seting sedemikian rupa dan dibiayai oknum yang nota bene kalah dalam pilkada Sitaro setahun lewat. Di duga, ada oknum berperan sangat aktif untuk memobilisasi para saksi jalani pemeriksaan
Jika kejaksaan tinggi Sulut, lebih jeli melihat duduk persoalan, celah celah yang diciptakan sekelompok pihak atas desakan oknum berinisial TS, sepantasnya dihetikan demi keadilan hukum. Bencana gunung ruang, nilai banyak kalangan cukup komplex, dan tidak mudah ditangani langsung secara utuh.
Sepanjang dalam relokasi sementara di Tagulandang tidak terjadi kelaparan, bahkan masih ada saja terdapat berbagai kekurangan terkait perbaikan rumah warga terutama atap, adalah hal biasa, karena pendataan awal menurut wawancara lapangan, ada keluhan keluhan tambahan yang melebihi badget dan itu celah yang digunakan.
“Ini proyek bencana, bukan proyek biasa yang tentu harus dipahami sebagai keterbatasan pemerintah kala itu. Bukan juga serta merta dinilai sebagai celah kerugian negara, lalu diusut, gara gara digoreng oknum yang sakit hati” ujar mantan politisi yang meminta namanya tak dimediakan.
Dia mendesak, kriminalisasi kasus dana stimulan bencana gunung ruang ke pemerintah saat ini, tidak pantas diteruskan, karena ini setingan kelompok sakit hati. Selain penaganan sudah jalan, isu isu miris yang kemudian jadi objek, untuk melemahkan pemerintahan saat ini, sebuah drama yang dimainkan TS.
“Justru saya berpendapat, TS dan ES yang berkuasa, kurang lebih tiga periode, yang perlu di dalami kembali, berbagai kasus kerugian negara yang sempat mengemuka, terlapor tapi kemudian dipetieskan dengan alasan dibuat buat oleh pihak yang tak bertangung jawab.”tutupnya.
Bupati Sitaro Chyntia Kalangi sekalipun baru sebatas saksi, dalam skenario kelompok sakit hati, dijadikan aktor dalam pusaran dugaan korupsi tersebut. Ini desak banyak pihak petut di pertimbangkan kembali. Kejaksaan tinggi patut punya telaan yang lebih berimbang karena ini bencana bukan proyek biasa. .
Masyarakat Sitaro begitu cinta terhadap bupatinya, anggapan mereka tak mungkin Bupati Chyntia melakukan hal yang bertentangan dengan hukum.
Sedikit gambaran sejarah Gunung Ruang yang sempat dorman atau tidak aktif lebih dari dua dekade, tiba-tiba kembali mengamuk.
Ribuan warga dievakuasi, rumah-rumah rusak, dan ancaman tsunami membayangi wilayah pesisir. Pemerintah pun menggelontorkan dana besar untuk pemulihan cepat, termasuk bantuan perbaikan rumah bagi korban.***
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

