Manado,kliktimur.com
Busana Budaya Sangihe, ‘Tepu’ yang biasanya dipakai Pimpinan daerah saat merayakan HUT Daerah kabupaten Sangihe yakni Tulude, mendapat ruang sangat istimewa dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Utara, Rabu (23/9/2026).
Warna kuning kemasan yang sangat mencolok itu jadi icon spektakuler karena tak hanya dipakai bupati kepulauan Sangihe Michael Thungari, bersama wakilnya Tendris Bulahari, namun juga Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, dan wakil Gubernur Viktor Mailangkay,SH, tampak mulia menggenakan busana adat Kepulauan Sangihe bersama istri tercinta mereka masing masing.
Keempat pasangan tersebut tampil dalam balutan busana adat Sangihe di momentum perayaan hari jadi Provinsi Sulawesi Utara. Bagi masyarakat Sangihe, Busana adat atau biasa disebut, laku tepu itu adalah busana tradisional penuh ke agungan dan dipakai pada momend tertentu saja.
Busana adat kepulauan Sangihe itu merupakan bagian dari identitas budaya yang diwariskan dan terus dijaga di tengah perkembangan zaman yang kian moderen. Karena itu, saat pakaian tradisional Sangihe itu ditampilkan atau dipakai para petinggi di momentum HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Utara, ada sebuah apresiasi luhur bahkan kebanggaan tersendiri masyarakat kepulauan Sangihe.
Upacara HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Utara tersebut digelar di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Utara. Gubernur Yulius Selvanus bertindak sebagai inspektur upacara yang kali ini unik karena mengenakan jubah adat, atau identitas, warisan leluhur, busana kebanggaan Sangihe.
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


