Tahuna, kliktimur com
Kadang kita harus ikut arus politik nasional, jika ingin perubahan yang absolut didaerah. Kabupaten Kepulauan Sangihe yang kini agak senyap ketika ‘junjunganya’ tak berada di pemerintahan pusat, Maichel juga Tendris seperti anak ayam kehilangan induk dan kini ditinggalkan pula ketuanya yang berdampingan erat dengan gubernur YSK.
Dua tahun Kepemimpinan, terlalu banyak kendala, sehingga agak sulit menjawab cita cita luhur mereka yang dituangkan dalam visi misi ketika bertarung waktu itu.Hal tersebut sulit dibantah dan keduanya harus membangun intrik politik yang lebih berani bahkan familier disisa waktu ini.
Artinya, haruskah mereka berdua diam tanpa mencari instrumen politik yang setidaknya bisa membuka sekat sekat penghalang di tengah pembatasan anggaran pusat? Haruskah pasrah dengan efesiensi yang membuat daerah sulit bergerak memajukan ekonomi rakyat termasuk mengisi pembangunan.
Dalam diskusi terbatas dengan beberapa pihak, media kliktimur, mengambil simpul bahwa tidak salah jika kedua figur yang kini punya cita cita luhur untuk membangkitkan Sangihe, perlu menpertimbangkan situasi terahkir katika NasDem nyata nyata kropos dijadikan pegangan demi kemajuan daerah. Bukan oposan, tapi tak miliki menteri satu pun dalam kuasa yang dikendalikan Presiden Prabowo, nyata hambat perjuangan, setelah Tuari jadi pengendali daerah.
Tiga tahun lagi pasangan Tuari hingga penghujung periodesasi berkuasa. Haruskah persoalan viskal dan minimnnya token anggaran pusat ke daerah dibiarkan tanpa formulasi berani, agar tampungang lawo, mampu keluar dari senyap.
Partai golkar yang miliki kurang lebih 16 menteri, jika kita berfikir objektif untuk kemajuan Sangihe, kenapa tidak kedua figur yang kini menetap diam dipartai NasDem, pindah Haluan agar benar benar bisa mencapai tujuan luhur mereka Tuari ke penghujung kuasa.
Wakil Gubernur Sulut Viktor Mailangkay yang resmi memilih mundur sebagai ketua NasDem Sulut, sepertinya sudah membaca intrik intrik pertarungan politik ke depan. Partai golkar Sangihe sebagaimana diakui salah satu kader, sangat well come ketika, Dua figur petahana di kabupaten Kepulauan Sangihe, didaulat pegang kendali partai yang miliki ratusan anggota DPRRI juga 16 kementrian.
“Intrik itu menjadi pintu masuk menjawab kepentingan sangihe, bersamaan golkar indukya di jakarta sedang duduk manis bersama sama pengusaha negeri saat ini.” Ujar seseorang dan sangat menyambut baik jika keduanya berfikir positif untuk kepentingan daerah pindah haluan ke golkar, gerindra juga lain lain.***
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


