Wamena,kliktimur.com – Di sebuah ruangan sederhana di Kota Studi Wamena, Sabtu (17/10/2026), sejarah kecil itu dimulai. Puluhan pelajar dan mahasiswa asal Walak duduk melingkar. Tidak ada panggung megah, tidak ada seremoni berlebihan. Yang ada hanya satu tekad Walak harus punya rumah bersama.
Hari itu, rekomendasi Rapat Kerja Pusat (RAKERPUS) Ikatan Keluarga Walak (IKWAL) 9 Oktober 2026 ditindaklanjuti. Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Walak (HMPW) resmi membentuk Panitia Musyawarah Perdana.
Ini bukan sekadar pembentukan panitia. Ini adalah jawaban atas kerinduan panjang generasi muda Walak yang kuliah dan bersekolah di Wamena, ibukota Provinsi Papua Pegunungan, untuk memiliki wadah yang mempersatukan mereka.
Sekretaris ikatan keluarga walak (IKWAL), Ardianus N Kenelak, yang hadir mewakili Pengurus Pusat, tak bisa menyembunyikan haru.
“Kami dari pengurus IKWAL Pusat menyambut baik dan mendukung penuh langkah adik-adik pelajar dan mahasiswa Walak dalam membentuk panitia Musyawarah HMPW yang pertama. Ini merupakan langkah penting dalam membangun kesadaran berorganisasi, memperkuat persatuan, serta mempersiapkan generasi muda Walak untuk menjadi pemimpin masa depan,” ungkapnya di Wamena.
Menurutnya, HMPW bukan sekadar tempat kumpul.
“Pembentukan HMPW di Kota Studi Wamena merupakan salah satu terobosan yang patut didukung bersama. Keberadaan organisasi pelajar dan mahasiswa bukan hanya sebagai wadah berkumpul, tetapi juga sebagai sarana pembinaan karakter, peningkatan kualitas SDM, dan pengembangan kepemimpinan,” tegasnya.
“Langkah ini sejalan dengan visi dan misi Ketua IKWAL, Piter Togodly, S.IP., yang menekankan semangat Membangun Walak dengan Iman dan Doa,” sambungnya.
Ia pun memberi apresiasi khusus.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Bapak Noldy Gombo yang sudah menjalankan amanah Ketua IKWAL untuk mengkoordinir HMPW hingga pembentukan panitia MUA HMPW yang pertama, dan kepada Koordinator Bidang Pendidikan dan SDM, Bapak Enus Endama, S.Th., M.M., serta Koordinator Bidang Olahraga dan Pemuda, Ilanus Medlama, S.P., atas keterlibatan dan dukungan mereka,” katanya.
Di ujung ruangan, Steven Uaga, pemuda yang dipercaya sebagai Ketua Inisiator merangkap Ketua Panitia terpilih, tampak sibuk mencatat. Baginya, ini adalah amanah berat.
Ia menjelaskan, hari ini ada tiga agenda besar yang dirampungkan sekaligus.
“Dan hari ini kami lakukan kegiatannya tiga agenda, yaitu pertama pemilihan ketua tim kerja dalam setiap koordinator dan yang kedua pengukuhan timkerja , doa yang sudah dipilihkan sebagai setiap koordinator. Yang ketiga dilanjutkan rapat dan diisi semua bidang dalam komposisi tim kerja panitia oleh mahasiswa dan pelajar Walak,” ujar Steven.
Matanya berbinar saat ungkapan tujuan.
“Tujuannya musyawarah dibentuk, panitia musyawarah yang pertama membuat organisasi HMPW di Kota Studi Wamena. Tujuannya kami mempersatukan mahasiswa Walak yang ada di Kota Studi Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan dan melestarikan kita sebagai orang Walak,” tegasnya.
Kalimat terakhir Steven menjadi kunci dari semua ini:
“Organisasi penting karena setiap pemimpin lahir dari organisasi. Salah satunya HMPW dan sekarang kami jalankan kegiatan ini namanya HMPW.”
Kini, dengan panitia yang telah terbentuk, HMPW bukan lagi wacana. Dari Wamena, dari jantung Papua Pegunungan, generasi Walak sedang menyiapkan panggungnya sendiri. Bukan untuk gagah-gagahan, tapi untuk belajar, berkarya, dan kelak pulang membangun Walak dengan iman dan doa. ( Gadiel Gombo)
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


