WAMENA, kliktimur.com – Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere, mengimbau masyarakat Kabupaten Jayawijaya untuk mempertahankan makanan pokok asli daerah, yakni hipere atau ubi jalar, sebagai bagian dari budaya masyarakat Papua Pegunungan.
Imbauan tersebut disampaikan Elopere saat menghadiri kegiatan panen ubi jalar di Distrik Hubikiak, tepatnya di kawasan Dolok, depan gudang beras Bulog, Senin (2/3/2026).
Kegiatan panen itu turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Jayawijaya Hendry Tatalepa, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), kepala suku, kepala kampung setempat, serta warga masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Elopere mengapresiasi keluarga dari Suku Walak asal Wollo yang telah menanam ubi jalar di lahan seluas sekitar 6 x 2 hektare. Ia berharap upaya tersebut dapat menjadi contoh bagi masyarakat lainnya untuk terus mengembangkan tanaman pangan lokal.
“Ini makanan pokok asli kita dan merupakan bagian dari budaya kita. Ubi jalar adalah salah satu makanan pokok masyarakat Papua Pegunungan. Kita harus mempertahankannya dan mengajarkan kepada anak-anak kita bagaimana cara menanam dan mengolah ubi,” ujar Elopere.
Ia juga menekankan pentingnya generasi muda belajar bekerja dan mengelola lahan pertanian, termasuk membuat pagar kebun serta mempelajari berbagai keterampilan positif lainnya.
Pada kesempatan itu, pemerintah daerah juga menyerahkan bantuan berupa 13 sekop dan satu unit traktor kepada kelompok masyarakat yang mengelola kebun ubi jalar di lokasi tersebut.
Elopere juga berjanji akan membantu pembangunan pagar di area kebun baru, menindaklanjuti proposal yang diajukan pengelola kebun, Gasper Kenelak dan Lepinus Gombo.
“Jayawijaya ini milik kita bersama. Mari kita jaga kenyamanan Kota Wamena dan jangan menjadikannya tempat untuk medan perang,” tegasnya.
(Gadiel Gombo)
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

