Wamena, kliktimur.com
Universitas Amal Ilmiah (UNAIM) Yapis Wamena menggelar Rapat Senat Terbuka dalam rangka Wisuda ke-XVIII pada Sabtu (10/10/2026). Sebanyak 224 mahasiswa resmi diwisuda.
Rektor UNAIM Yapis Wamena, Dr. H. Rudi Hartono Ismail, S.Pd., M.Pd., mengatakan dengan tambahan tersebut, total alumni UNAIM sejak angkatan pertama hingga saat ini hampir mencapai 3.000 orang.
“Untuk jumlah lulusan tahun ini sebanyak 224 orang. Kalau totalnya dari angkatan pertama sampai sekarang, sudah mendekati 3.000 alumni,” ujar Rudi.
Rudi berharap alumni yang sudah berkiprah di berbagai sektor bisa membantu generasi muda mendapatkan pekerjaan.
“Harapan kita bukan tergantung kepada pemerintah, tetapi bagaimana membuka dan menciptakan lapangan kerja untuk adik-adik kita yang banyak membutuhkan pekerjaan,” tegasnya.
Ia mendorong alumni yang berpengalaman di pemerintahan maupun dunia usaha untuk membangun jaringan dan membuka peluang kerja, khususnya bagi anak muda Papua Pegunungan.
“Alumni yang telah berkiprah di berbagai sektor dapat berperan lebih besar dalam membantu generasi muda memperoleh kesempatan kerja,” katanya.
Rudi mencontohkan usaha kedai kopi yang mulai mempekerjakan anak muda sebagai bukti sektor usaha bisa menjadi penyerap tenaga kerja.
Ia meminta lulusan tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tapi berani menjadi pencipta lapangan kerja.
“Sekarang banyak mahasiswa yang tidak ingin lagi hanya menjadi pegawai negeri, tetapi ingin bagaimana membuka lapangan usaha, menjadi pengusaha atau wirausaha,” ujarnya.
Menurutnya, minat masyarakat kuliah di UNAIM sangat tinggi. Hal itu terlihat dari jumlah mahasiswa baru yang registrasi mencapai 400 orang.
“Animo masyarakat sangat tinggi. Terlihat saat ini mahasiswa baru yang melakukan registrasi berjumlah kurang lebih 400 orang. Ini menandakan bahwa kontribusi UNAIM Yapis Wamena untuk meningkatkan sumber daya manusia sangat baik,” katanya.
Rudi menjelaskan alumni UNAIM telah berkiprah di pemerintahan, swasta, hingga politik.
Ia menegaskan perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan akademik, tetapi juga harus membekali keterampilan praktis dan keberanian mengembangkan potensi ekonomi daerah.
Semangat wirausaha itu, kata dia, terlihat dari produk mahasiswa yang dipamerkan, seperti produk UMKM hingga pupuk kreasi mahasiswa.
“Kita berharap produk-produk yang kita dapatkan ini bisa menjadi branding untuk Papua Pegunungan,” katanya.
“Diperlukan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat,” sambungnya.
Terkait akademik, Rudi menyampaikan dirinya sedang diusulkan menjadi guru besar. Selain itu, enam dosen UNAIM telah selesai doktoral dan tujuh dosen lain sedang menyelesaikan studi doktoral yang ditargetkan selesai tahun ini.
“Peningkatan kualifikasi dosen diharapkan dapat memperkuat kualitas pembelajaran, penelitian, dan pengembangan institusi,” tutupnya.(gadiel gombo)
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


