Tahuna, kliktimur.com
Ditengah kegalauan PDIP Sangihe yang kembali menelan pil pahit pada pilkda belum lama, geliat untuk berbenah diri semakin tampak. Bahkan tak tanggung tanggung kepemimpinan PDIP yang dulunya dalam kendali Heroninus Rompas Makagangsa (HRM) , selanjutnya berpindah tangan ke Ferdi Sondakh yang kini didaulat jadi ketua DPRD, kembali bergeser saat Confercab PDIP Sulut yang dilaksanakan di hotel Yama Tondano hari ini jelang penghujung Tahun 2025,mengorbitkan nama lain, dan sama sekali tak melibatkan lagi Ferdy Sondakh pada jajaran kepemimpinan PDIP Sangihe.
Tiga nama yang siap bercibaku lakukan konsolidasi PDIP Sangihe, sebagaimana agenda Confercab yang dipimpin langsung Wakil Ketua PDIP Sulut Steven Kandow itu, mengorbitkan Denny Roy Tampi (DRT) sebagai ketua terpilih didampingi Sekretaris: Erlando G. Silangen (EGS)
Dan Bendahara: Demsy Sumendap.(DS)
Kabar teranyar berkembang disela sela Confercab bahwa posisi Ferdi Sondakh yang lagi asik asiknya mengendalikan DPRD Sangihe, kemungkinan terdegradasi dari pusaran nikmat itu. Hasrat Sondakh ingin tetap menjadi pemimpin di Partai Banteng Moncong Putih Sangihe, kandas di hotel milik orang nomor satu PDIP Sulut Olly Dondokambey. Lantas kenapa Sondakh yang justru dinilai paling berpeluang memimpin kembali PDIP Sangihe karena posisinya sebagai Ketua DPRD, bahkan termasuk senior partai, ‘dibebaskan’ dari tugas itu? Mungkinkan dia (Sondakh red) dalam kebijakan internal, sengaja dibebaskan, agar dapat berkonsentrasi dalam tugas sebagai pemimpin parlemen Sangihe, atau justru sebaliknya?
Sejumlah pengurus PDIP jauh sebelum confercab dilaksanakan, sempat menyebut bahwa terkait soal Penganti Antar Waktu (PAW) dan kebijakan lain termasuk penentuan jabatan strategis ketika partai itu berpeluang jadi pimpinan, contoh Ketua DPRD, tergantung keputusan elit partai yang ada diatasnya. Artinya, nasib Sondakh bakal diujung tanduk sebagai ketua DPRD, jika hasil konfercab tak lagi memposisikan Sondakh sebagai kader penting atau strategis. Keungulan partai didaerah, biasanya mengiring figur yang punya bargaining posisi kuat didaerah, apakah dia bupati atau ketua DPRD.
Sasus lain beredar kencang, sondakh memang sudah siap dieliminasi dari Ketua DPRD. Salah satu indikator sehingga kepemimpinan partai beralih lagi, karena kegagalan merebut kuasa pada pilkada beberapa waktu lalu.. Hal ini juga dialami ketua PDIP sebelum Sondakh yakni HRM diganti mendadak, sebelum perhelatan pilkada Sangihe, dengan alasan yang sama. Lalu, bagaimana dengan formasi baru kepemimpinan PDIP yang kini dalam genggaman tiga figur terpilih? “Kita lihat saja nanti. Tergantung keuletan ketiga figur ini dalam konsolidasi kedepan. Bisakah jadi perekat mengingat PDIP selapas pilkada, sempat guncang serius karena tak sedikit kader lompat dari kandang.” tutup kader senior partai dibalik gagang ponsel yang meminta tak menyebut identitasnya. Hingga berita ini diturunkan, pimpinan banteng Sulut OD juga SK selaku penentu kebijakan belum berhasil dihubungi.
Penulis dan Editor : Meidi Pandean
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

