WAMENA, KLIKTIMUR.COM – Aksi spontan masyarakat terjadi di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jayawijaya, Kamis (26/2/2026), setelah dugaan praktik pelayanan tidak transparan mencuat ke publik.
Warga memblokir aktivitas pelayanan sebagai bentuk protes terhadap dugaan adanya praktik “jalur belakang” dalam pengurusan dokumen administrasi kependudukan.
Peristiwa tersebut dipicu oleh kejadian seorang ibu asal luar Papua yang datang untuk mengurus surat pindah domisili dari Wamena ke Jakarta. Meski datang menjelang siang, yang bersangkutan diduga memperoleh surat secara cepat melalui pintu belakang kantor.
Saat keluar dari area kantor, surat tersebut terjatuh di depan masyarakat yang sedang mengantre, sehingga memicu kecurigaan adanya perlakuan khusus di luar prosedur resmi.
“Itu membuktikan bahwa kalau ada orang dalam atau kenalan petugas sering menghubungi mereka lewat dari jalur pintu belakang tanpa prosedur dan antrean yang dibuat sendiri oleh Dukcapil Jayawijaya,” tegas Wempi Asso.
Masyarakat pun mendesak Plt Kepala Dinas Dukcapil Jayawijaya agar melakukan evaluasi menyeluruh terhadap staf pelayanan serta menambah operator dari anak asli daerah guna meningkatkan kualitas dan keadilan pelayanan publik.
Di tempat yang sama, Frank Aritonang menjelaskan bahwa biasanya nomor antrean pelayanan bisa mencapai 60 orang per hari. Namun, saat ini terjadi pembatasan jam pelayanan sehubungan dengan bulan Ramadan.
“Ada surat edaran yang dikeluarkan pemerintah untuk membatasi jam pelayanan selama bulan Ramadan, sehingga dibatasi 30 sampai dengan 40 orang setiap hari. Nomor itu hanya diberikan untuk masyarakat yang mau perbaikan data,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dukcapil Jayawijaya terkait tudingan praktik pelayanan melalui jalur tidak resmi tersebut. Masyarakat berharap adanya transparansi dan perbaikan sistem pelayanan agar kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah tetap terjaga.
(Gadiel Gombo)
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

