MANADO, kliktimur.com – Mungkin jauh berbeda situasinya ketika penyatuan parpol untuk memenangkan Indonesia 1, Paslon Prabowo Gibran (Pragib) yang unggul saat ini, jika mencermati gelagat dan manufer masing masing parpol yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) Sulut. Apalagi Demokrat dan Golkar yang miliki suara Pileg lumayan, secara terang terangan siap memuluskan kandidatnya masing masing. Jika ini terjadi, maka bukan tidak mungkin mereka pecah kongsi pada pilkada Sulut Oktober mendatang.
Dan, tari tarian gemoy didaerah ini tak lagi bergoyang satu panggung, namun berlengak lenggok di beberapa panggung dengan tujuan berbeda. Jujur saja dari parpol yang merasa punya andil menangkan Pragib akan sangat berharap Pragib Turun ke Sulut untuk membakar lagi semangat penyatuan itu. Bagaimana pun masing masing, terutama Golkar Dan Demokrat sangat berharap itu hingga detik ini. Tapi, apa yang terjadi, jika lenggak lenggok itu terpecah. Apakah ini sudah dihitung Demokrat dan Golkar jika harus jadi rival.
Menurut sejumlah pengamat situasi itu akan sangat menguntungkan PDIP dengan suaranya yang terbesar, apalagi menggandeng Partai Gerindra pada posisi Sulut 2 ini sebuah penghargaan bagi partai Gerindra karena dengan PDIP-lah Gerinda jadi penguasa didaerah, ketimbang nimbrung dan jadi penonton saja. Ingat sejarah koalisi PDIP Gerindra itu pernah terjadi dikancah perpolitikan nasional. Megawati dengan Prabowo seperti Kaka beradik dan komunikasi itu hal mustahil sulit terjadi.
Gerindra sekalipun posisi pileg masuk nominasi urut enam di Sulut, dua partai ini sebagaimana data perolehan pileg yang telah diumumkan penyelenggara yakni KPU, hampir mendekati 700 ribu suara. Apalagi Prabowo sudah tentu supor luar biasa dan akan menari nari dipanggung, dimana partainya berkoalisi. Selamat tinggal buat Golkar dan Demokarat. Merasa lucu dengan analisis ini, mari kita cermati.
Demi kepentingan Sulut, sehubungan Pragib akan memimpin Indonesia lima Tahun yang akang datang, tidak mungkin PDIP yang bukan lagi penguasa, harus tetap musuh musuhan. Bersama Gerindra, Sulut akan lebih tambah maju. Bagaimana pun Prabowo dan Gibran akan sangat welcome bagi partai pemilik kursi terbesar di parlemen pusat. Kita tidak perlu lagi bicara soal pengaruh Jokowi dan lain sebagainya, karena dirinya sudah selesai menghantar regeneraainya
DR. (HC) Olly Dondokambey adalah sosok figur sentral, gubernur dan ketua PDIP Sulut Plus Bendahara DPP PDIP yang tak mungkin menghitung keliru perhelatan ini. Prabowo pun, setelah selesai tarung pilpres, dia akan konsentrasi memimpin Indonesia, tapi bukan berarti akan mengabaikan perjuangan partainya jadi penguasa didaerah daerah. termasuk Kabupaten. Seperti apakah dan siapa yang kemungkinan didaulat? Kita lihat perkembangan. (Bersambung)
Web Editor : Yamamoto
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.