Wamena, KLIKTIMUR.COM – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memastikan rancangan APBD Induk Tahun Anggaran 2026 mengalami defisit perencanaan sebesar Rp45 miliar. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah melakukan rasionalisasi terhadap program dan kegiatan yang diusulkan oleh setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere, menjelaskan bahwa defisit terjadi karena jumlah program dan kegiatan yang direncanakan OPD melebihi kemampuan anggaran yang tersedia. Sumber pendanaan daerah, seperti Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Otonomi Khusus (Otsus), Dana Bagi Hasil (DBH), serta sumber anggaran lainnya, dinilai belum mampu menutup seluruh kebutuhan belanja.
“Kita perlu melakukan rasionalisasi agar setiap program dan kegiatan yang diusulkan OPD dapat disesuaikan dengan kekuatan anggaran Pemerintah Kabupaten Jayawijaya,” ujar Ronny Elopere saat kegiatan pembahasan di Gedung DPRD Kabupaten Jayawijaya, Senin (15/12/2025), di Wamena, Provinsi Papua Pegunungan.
Ia menegaskan, langkah rasionalisasi dilakukan agar APBD 2026 tetap realistis, efektif, dan fokus pada program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPRK Jayawijaya, Lucky Wuka, mengatakan bahwa sidang pembahasan APBD Induk Tahun Anggaran 2026 dijadwalkan mulai digelar pada Selasa (16/12/2025). Ia juga meminta pemerintah daerah, khususnya Bupati dan Wakil Bupati, untuk melakukan lobi ke pemerintah pusat guna meningkatkan alokasi anggaran daerah ke depan.
“APBD Kabupaten Jayawijaya saat ini mengalami penurunan, dari sebelumnya lebih dari Rp1,6 triliun menjadi sekitar Rp1,4 triliun. Kami berharap Bupati dan Wakil Bupati dapat melakukan lobi ke pusat agar APBD Jayawijaya bisa meningkat pada tahun 2027,” kata Lucky Wuka.
DPRK berharap proses rasionalisasi dapat dilakukan secara cermat dan transparan, sehingga pembangunan daerah tetap berjalan optimal meski di tengah keterbatasan anggaran.
(Gadiel Gombo)
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

