Tahuna, kliktimur.com
Kota kecil Tahuna yang di kenal selama ini aman tentram, apalagi masuk kategori daerah relijius, perlahan harus diwaspadai. Menyusul, terduga pelaku kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) berinisial SL nyata bekuk Polres Kepulauan Sangihe untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Yang unik dan bisa dikatakan nekat, pelakunya sebagaimana info dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kepulauan Sangihe, terjadi di kawasan Taman Kota Tahuna yang biasa di sebut (Tamkot) berlokasi persis bersebelahan dengan Polres Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Dengan demikian sejumlah masyarakat menyebut, wilayah yang berlebelahan juga dengan tiga kantor partai politik, PDIP, Golkar dan Nasdem itu, bahkan tempat nongkrong paling top para jurnalis Kepulauan, masuk wilayah tak nyaman atau ‘Sona Mera’. “So nda nyaman tempat itu no, kalu perlu ada penjagaan khusus. ” Usul Warga.
Kasus ini bermula pada Minggu (25/10/2026) sekitar pukul 23.50 Wita, saat korban bersantai mengunjungi tamkot, yang beralamat di Kelurahan Tona II, Kecamatan Tahuna Timur, Kabupaten Kepulauan Sangihe, untuk mencari makan.
Kasat Reskrim Polres Kepulauan Sangihe, Harli E. Buida, menerangkan, korban baru menyadari sepeda motor yang diparkirnya sudah tidak berada di tempat semula setelah selesai makan dan hendak pulang ke rumah.
“Melihat sepeda motornya sudah tidak berada di tempat parkir, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada orang tuanya dan berusaha mencari kendaraan itu,” kata Buida, Kamis (29/10/2026).
Sepeda motor itu kemudian ditemukan oleh ayah korban bersama pamannya. Namun, saat ditemukan, sejumlah bagian kendaraan berupa cover atau bodi samping kiri dan kanan sudah tidak ada.
Selain itu, uang tunai sebesar Rp 250.000 yang disimpan di dalam jok sepeda motor juga dilaporkan hilang. Saat ini, penanganan kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian.
Polisi masih melakukan proses penanganan untuk mendalami dugaan pencurian tersebut dan mengungkap lebih lanjut peristiwa yang terjadi.***


