Wamena, klikTimur.com – Ketua Senat STKIP Abdi Wacana Wamena, Lepinus Gombo, menegaskan pentingnya konsep Sarjana Pulang Kampung sebagai strategi membangun Papua dari tingkat paling dasar, khususnya di sektor pendidikan. Menurutnya, lulusan STKIP Abdi Wacana Wamena tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan di bangku kuliah, tetapi juga memikul tanggung jawab moral untuk mengabdi di daerah asal masing-masing.
“Sarjana pulang kampung artinya mereka tidak hanya berputar-putar di kota setelah lulus. Mereka harus kembali ke kampung asal. Di sana mungkin masih kekurangan guru, atau ada guru tetapi tidak melaksanakan tugas dengan baik. Para lulusan yang baru diwisudakan ini diharapkan bisa mengisi dan menangani kekurangan tenaga pendidik di kampung asalnya,” ujar Lepinus Gombo.
Pernyataan tersebut disampaikan Lepinus usai pelaksanaan wisuda 155 mahasiswa putra dan putri STKIP Abdi Wacana Wamena yang berlangsung di Gedung Aithosa Betlehem, Wamena, Sabtu (13/12/2025).
Ia berharap para lulusan jurusan keguruan STKIP Abdi Wacana Wamena dapat menjadi agen perubahan di daerah masing-masing dengan meningkatkan kualitas pendidikan serta memperkuat peran guru di wilayah terpencil. Menurutnya, pengabdian lulusan ke kampung halaman juga merupakan bagian dari sinergi antara lembaga perguruan tinggi dan pemerintah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di Papua Pegunungan.
Selain itu, Lepinus Gombo menekankan pentingnya pelestarian budaya dan bahasa lokal. Ia berharap STKIP Abdi Wacana Wamena dapat menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lain dalam mengembangkan kurikulum yang berbasis kearifan lokal, sehingga pendidikan tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menjaga identitas budaya masyarakat Papua.
(Gadiel Gombo)
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

