Pemkab Jayawijaya Serahkan Bantuan Alat Pengolahan Kopi kepada Petani
Wamena,kliktimur.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya menyerahkan bantuan seperangkat alat pengolahan kopi kepada petani di Distrik Bolakme, Kampung Lani Timur. Bantuan ini diserahkan melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Bantuan ini berupa mesin pengupas, mesin roasting, dan mesin espresso. Bupati Jayawijaya, Athenius Murip, berharap bantuan ini dapat membantu para petani kopi meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi mereka.
“Bantuan ini diberikan kepada dua distrik, yaitu Distrik Bolakme dan Distrik Piramid, dengan masing-masing dua unit alat pengolahan kopi,” kata Murip.
Kegiatan penyerahan bantuan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata, Engelberth CH.W. Surabut, Asisten II Lekius Yikwa, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Liberius Mabel, kepala dinas prertanian Henri Tatalepa dan OPD lainnya. Penyerahan bantuan dari kedua itu distrik itu dipustkan distrik Bolakme kampung lani Timur, Jumat,(20/3/2026) di Wamena provinsi Papua pegunungan.
“Kami mengimbau kepada petani kopi untuk giat bekerja dan memanfaatkan bantuan ini dengan baik,” tambah Murip.
Tempat yang sama
Kepala Dinas Pariwisata, Engelberth CH.W. Surabut, menjelaskan bahwa bantuan alat pengolahan kopi ini memiliki tujuan strategis untuk meningkatkan potensi pariwisata di wilayah tersebut. Menjelaskan Tujuan dari pemberian bantuan ini adalah untuk meningkatkan potensi pariwisata di wilayah tersebut, khususnya di jalur pintu keluar kabupaten Tolikara, Mamberamo Tengah,dan kabupaten lanijaya. Mengapa kami kasih kepada petani kopi diwilayah tersebut, masud disini tempat strategis disinilah pintu keluar,masuk ibukota provinsi Papua pegunungan maka dari Wamena ke kabupaten Tolikara, Mamberamo Tengah, dan juga lanijaya, bisa singah di tempat coffe mereka tidak langsung ke Wamena, dan ke kabupaten asalnya tapi sigah lalu pergi ke asalnya.
“Kami berharap para petani kopi dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi mereka, sehingga dapat menjadi salah satu daya tarik wisata di wilayah ini,” kata Engelberth.
Lanjut Bupati Jayawijaya juga berpesan kepada pemuda-pemudi di 40 distrik kabupaten Jayawijaya untuk tidak hanya menunggu formasi CPNS, tetapi juga menangkap momen penting dalam bidang pertanian dan pariwisata.
“Bagi yang pulang sarjana, kembalilah ke kampung asal dan buka usaha mikro jangka menengah dan jangka panjang. Anda akan menjadi bosnya pengusahamu sendiri,” tutup Murip. (Gadiel Gombo)
Eksplorasi konten lain dari Kliktimur
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

